Cincin Bulan Persahabatan

Malam yang Meresahkan

Malam ini adalah malam yang meresahkan seumur hidupku. Tak lelap tidurku, aku bahkan tak bisa memejamkan mataku. Kupaksa, tetap tak bisa. Tak kubawa dua map yang membuatku resah. Aku menuju Masjid, akan kuadukan semuanya padaMu Allah. Biarlah keputusanMu yang akan berkehendak.

Setelah shalat istikharah aku mengadukan semuanya pada Allah. Aku tak kuasa membuka selembarpun biodata itu, aku teringat hadits Rasulullah saw, ”Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya ; karena mungkin saja kecantikan itu membuatnya hina. Janganlah kamu menikahi wanita karena hartanya ; karena mungkin saja hartanya akan membuatnya melampaui batas, nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak yang shalihah meskipun buruk ruwanya adalah lebih utama.” aku tak kuasa menatap foto, jika di dalam biodata ada. Aku sedikitpun tak berani membukanya.

”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu pilihan dengan ilmuMu, memohon kekuatan kepadaMu dengan kuasaMu. Aku memohon anugerahMu yang agung. Sesungguhnya hanya Engkau yang kuasa, sedangkan aku tidak. Hanya Engkaulah yang mengetahui, sementara aku tidak. Engkau Maha Mengetahui rahasia yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui mana yang baik bagiku dalam urusan agama, kehidupan dunia, dan kesudahan urusanku, maka tetapkanlah dia bagiku, mudahkanlah dia untukku, kemudian berikanlah berkah untukku dalam urusan dengannya. Dan, jika Engkau mengetahui bahwa mereka buruk bagiku dalam urusan agama, dunia dan kesudahan urusanku, maka palingkanlah mereka dariku dan palingkan aku darinya. Tetapkan bagiku kebaikan apapun, kemudian ridhailah aku.” Allah, pilihkan untukku jika di antara mereka memang jodohku dan tetapkanlah waktunya sekehendakMu. Jika aku yang tak pantas untuk mereka, maka tahanlah mereka dariku..., aku tak kuasa memilih kecuali atas petunjukMu. Amiin.

Pukul 02.30, aku mulai lebih tenang. Aku rebahan membaca doa dan tidur di Masjid. Aku harus bangun untuk shalat malam. Kuhidupkan alarm di Hp. Mataku menutup.

* * *

Dimana aku? Aku terduduk di ranjang empuk berhiaskan kemilau pita dan bunga-bunga nan indah. Ini seperti kamar pengantin. Pintu terkuak, sesorang masuk. Pak Hamdan? Dia mengucapkan salam. Masuk dan tersenyum padaku, lalu pamitan pergi meninggalkan kamar. Aku bingung, pintu terkuak kembali. Ustadz Wahid masuk dan mengucapkan salam. Beliau tersenyum dan pamitan pulang, aku semakin bingung. Saat kuhendak keluar melalui pintu itu, seseorang masuk lagi ke kamar. Dia mengucapkan salam. Aku kaget, aku hafal betul siapa pemilik suara itu.

Bapak? Aku ingin memeluknya karena rinduku membuncah. Niatku kuurungkan, seseorang wanita muncul dari belakang Bapak, wajahnya tertutupi selendang hingga hanya matanya yang bening saja yang terlihat begitu indah. Aku semakin bingung, Bapak tersenyum lalu memegang tangan wanita itu dan memperlihatkan sesuatu untuk kulihat. Sebuah ukiran dalam jemarinya. ”Cincin berbentuk bulan”

”Pak, dia isteriku?” malam zafaf yang indah, ”Bolehkah kubuka tudung kepalanya yang menutupi wajahnya? Agar aku bisa menikmati wajahnya.”

”Bersabarlah Nak, sekarang belum saatnya. Masih banyak hal yang harus kamu persiapkan terutama hatimu,” Bapak menunjukkan telapak tangannya, tepat di dadanya.

”Tit..., Titt..., tiit tiit tiit,” suara menggema dari Hp 3315 ku yang semakin keras membangunkanku dari mimpi. Alhamdulillah, aku mematikan alarmnya. Astaghfirullah, sudah limabelas menit alarm berbunyi. Sekarang pukul 03.30, tadi kuhidupkan pukul 03.15. terima kasih ya Allah, Kau beri kesempatan padaku untuk kembali mengumpulkan bekal untuk bertemu denganMu.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!