Cincin Bulan Persahabatan

Jilbab Aisyah

Aku kembali ke kamarku dan langsung menorehkan tulisan yang harus kulakukan besok. Membeli kaset murottal, dari juz 2 sampai juz 10. Kujadwalkan membeli ketika bekerja di Pasar Minggu. Aku harus mempersiapkan diri, untuk mengurangi makanku, agar tidak kekenyangan karena bisa menerangkan pikiran, melaksanakan puasa sunnah, mengurangi tidurku karena aku memang harus unggul dari yang lain. Di kala yang lain tidur, aku harus menghafal Al-Quran dan pelajaran kuliah pun tidak boleh ketinggalan.

Walkman tidak pernah lepas dari pinggangku, hanya aku yang mendengarkan murottal itu. Anggapan orang mungkin aku mendengarkan lagu, di Bikun, saat jam istirahat atau jam kosong, saat mengangkat barang di Pasar, saat berjalan kala ke Rektorat. Kemanapun ayat-ayat cinta menggema di telingaku dan di hatiku. Kebiasaan itu mulai mengundang tanya Hanif, mungkin sebenarnya teman-teman yang lain. Akhirnya aku menceritakan perihalku pada Hanif, dia hanya geleng-geleng dan menyemangatiku serta ikut mendoakanku.

Saat sedang mendengarkan Walkman pagi hari sebelum Dosen masuk. Hp-ku menjerit. Dari Wanda.

”Asw. Alhamdulillah. Ada kejutan hari ini, engkau lihat sendiri. Ucaplah Alhamdulillah.”

Aku belum paham sms dari Wanda. Aku berpikir sejenak, kurasa tak ada yang terlupa. Kesyukuran harus selalu dipanjatkan karena Allah selalu menyayangiku, karena sampai sekarang Allah masih berkenan memberi kehidupan, untuk memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Aku berhenti menebak-nebak kejutan yang diungkapkan Wanda. Sebenarnya aku jarang bertemu dengannya, bisa dihitung dengan jari, mungkin ketika kebetulan dapat satu bikun. Itupun mungkin satu bulan sekali.

Belum hilang kebingunganku, beberapa teman-teman terlihat ramai saling kasak-kusuk. Entah apa yang mereka bicarakan, sepertinya seru, namun aku segera melantunkan kembali bacaan murottalku juz 2 dan mengikuti bacaannya pelan. Tajwidku kini mulai bagus, begitu kata Ustadz Saiful guru tahsin.

Baterai walkmanku habis. Harus beli sekarang! Sebelum Dosen masuk. Saat aku hendak mencapai pintu yang terbuka, sesosok wanita berjilbab masuk mengucapkan salam, aku menjawab salam dan lewat tanpa menatap wajahnya.

”Ali!”

”Iya,” sepertinya suaranya aku kenal, kutatap sejenak. Wajah putih itu. Wajah pualam milik Aisyah. Mahkota berwarna hitam itu menjuntai menutupi seluruh rambutnya. Wajah putih bersihnya terlihat bercahaya, ”Alhamdulillah ukhti, semoga Allah meridhaimu dan mencintaimu,” kutundukkan pandanganku.

”Amiin, terima kasih akh untuk semua bantuannya. Hampir lupa, tugas kita sudah selesai kuketik dan kamu kebagian presentasi minggu depan. Aku sebagai moderator dan Rika sebagai notulen. Kamu bisa kan?”

”Insyaallah. Boleh kupelajari hasil ketikannya untuk aku baca.”

”Iya. Kebetulan sudah saya siapkan,” dia mengambil kertas di dalam tasnya, sudah di jilid. Aku menerimanya, lalu berpamitan.

Kulangkahkan kakiku. Sejenak kuberpikir sambil terus melangkah. Sms dari Wanda tadi, mungkin maksudnya kejutan adalah berjilbabnya Aisyah. Dua minggu yang lalu saat masih menyusun tugas, Aisyah memintaku mencarikan kajian yang bisa diikutinya pada hari ahad karena hari itu dia libur kerja selain libur kuliah juga. Aku lalu menghubungi Wanda dan memintanya membantu Aisyah mencarikan kajian Islam yang hari ahad. Setelah itu aku tidak tahu lagi, sms dari Wanda mungkin menguak misteri itu. Kuambil Hp dan mengetik beberapa kata.

”Wa’alaikumsalam Wr. Alhamdulillah..., apakh kejutan itu berjilbby Aisyah? Semoga Allah meridhai langkah kita semua, Amiin.”

Aku membeli satu lusin baterai National, kupersiapkan untuk perjuangan selanjutnya. Hitungan menit kemudian, ketika kembali masuk ke kelas Hp-ku kembali berbunyi, suaranya masih tat...tit...tut, Hp butut. Tapi bagiku ini termasuk lebih dari cukup untukku. Untung volumenya masih pada peringkat satu.

”Iya! Dia berusaha akan istiqomah. Kita harus selalu mendoakannya dan memotivasinya. Semoga cahaya iman kita selalu bersinar, Amiin.”

Dosen masuk. Aku menon-aktivkan Hp. Saatnya belajar. Aku harus selektif menentukan waktuku, agar tidak ada kesiaan sebagai wujud amanahku.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!