Cincin Bulan Persahabatan

Kebahagiaan Keluarga

Sore hari keluargaku datang dari Desa. Saat Zahra mencium punggung tangannya, Ibuku tersenyum haru. Adikku Yasmin dan Fajar juga datang ke Pesantren. Mereka baru tahu kini, ternyata aku seorang Santri di Pesantren. Ibu semakin menangis tersedu, katanya ’Pantas kalau bacaan Quranmu kemarin bagus,’ aku hanya tersenyum.

”Oalah Le..., kamu pintar banget milih isteri,” tangannya mengusap rambut yang terbungkus jilbab biru muda yang dikenakan Zahra.

”Bu...,” Ibu menatapku, ”Tahukah Ibu, siapa isteriku ini?” Ibu bingung menatapku, dia melihat seksama wajah isteriku yang tampak bersemu merah. Wajahnya yang bening dan matanya yang jernih, malu-malu dilihat oleh Ibu.

”Memangnya Ibu kenal dengan dia San?”

”Dia adalah Zahra, dulu nama kecilnya adalah Mawar. Dia adalah adiknya mbak Fatimah, yang dulu pernah membantu Ibu ketika Yasmin lahir. Ibu masih ingat?”

”Masyaallah, tentu Ibu ingat. Allah benar-benar membuktikan kuasaNya dalam menentukan takdirNya, Le,” Yasmin semakin bingung, Fajar juga.

Akhirnya siang itu aku dan Zahra menceritakan semuanya pada Ustadz Umair, Syaikh Wahid, para Ustadz dan Para Santri Darussalam juga pak Salim beserta istri dan anak-anaknya. Perihal perjalanku dan Zahra. Zahra adalah penulis, dia pandai menceritakan kisah kami dengan syahdu, hingga para pendengar dibuatnya menangis termasuk aku. ’Kisah ini adalah ibrah yang berharga, begitu tutur Ustadz Wahid. Ustadz Wahid baru menyadari, kenapa dulu ketika waktunya belum tepat ternyata Zahra menolak perjodohan, karena takdirNya belum tiba.

Kisahku terus berlanjut. Hari itu, mbak Fatimah datang dari Sudan. Katanya bermimpi bertemu dengan Ustadz Umair dan diminta pulang. Mimpi itu dua hari yang lalu, maka mbak Fatimah langsung terbang ke Indonesia, suaminya tidak ikut serta karena sedang menghadapi Desertasi ujiannya.

”Mbak tahu siapa suamiku ini?” giliran Zahra yang bermanja ria.

”Tentu saja tidak Dik, Mbak kan di Sudan terus. Apa dia Mahasiswa Sudan juga?”

Aku sepertinya harus bicara, ”Mbak ingat di sebuah Desa di Lampung? Tempat mbak KKN, di Mushola Miftahul Jannah, mengajar anak-anak TPA?”

”Kamu salah satu murid TPA sewaktu Mbak magang dulu?” wajahnya yang sedikit kaget tampak berpikir keras. Wajahnya yang walaupun kurasa sekitaran 35 tahun, tapi wajahnya masih secerah saat memberiku hadiah karena hafal huruf hijaiyah pertama kali.

”Iya Mbak.”

”Tapi Mbak lupa, kamu yang mana. Saat itu ada puluhan anak bukan?”

”Aku yang menghafal huruf hijaiyah pertama kali, dan mendapatkan hadiah dari Mbak, aku yang Mbak tawari satu kotak coklat, aku yang berjualan kue bersama Ibuku ini?” aku menunjukkan ibuku yang sedang duduk dengan Yasmin dan Fajar. Fajar kakinya telah bisa mulai jalan, walaupun belum bisa berlari, masih harus pelan-pelan.

”Kamu..., Ihsan,” aku mengangguk. Mbak Fatimah lalu mencium tangan Ibuku, adikku Yasmin juga berterima kasih, karena dulu telah membantu mengeluarkannya dari perut Ibuku hingga sehat saat ini. Hari bahagia dan benar-benar bahagia.

* * *

Ba’da shalat Isya’ di Masjid Pesantren, aku segera ingin pulang rasanya. Menemui sahabatku yang mungkin telah menungguku dengan cinta dan senyumnya. Hari ini masih sedikit lelah, karena tamu-tamu tadi siang hingga sore masih terus berdatangan. Kini, saatnya aku berdua bersama isteriku.

”Sesungguhnya mereka (para isteri) senang jika kalian berhias untuk mereka, sebagaimana kalian senang jika mereka bersolek untuk kalian, bersabarlah..., masuklah kalian pada malam atau waktu Isya’ agar wanita yang rambutnya kusut bisa menyisirnya dan wanita yang ditinggal pergi sempat ber-istihdaad (membersihkan diri)

Seminggu ini Zahra meminta untuk tinggal di Pesantren, dia ingin bersama Abinya selama seminggu. Aku mengiyakan. Aku mengetuk pintu kamar. Seperti biasa, suara lembutnya mengatakan, ’Masuklah suamiku, pintunya tidak dikunci’

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!