CEO Muda Yang Tampan
Mampir ke Butik
"Ya aku minta maaf, lupa memberitahumu," sahut Arabella saking kesalnya dia pada cewek itu tidak mau membahasnya lagi.
Kevin memperhatikan raut wajah Arabella yang cemberut, dia yakin bahwa cewek di depannya ini akan jatuh hati kepada dirinya dan mau dinikahinya.
Perasaan apa ini? Arabella tidak mengerti mengapa dirinya merasa kesal mengetahui jika Kevin sudah mempunyai tunangan, cemburu? Benarkah Arabella telah jatuh cinta kepada Kevin, tidak! Itu tidak boleh terjadi, Arabella berusaha untuk menepis perasaannya.
Mobil sudah sampai di sebuah butik terkenal, Kevin ingin membawa Arabella ke dalam butik milik Tantenya yang baju-bajunya sangatlah bagus dengan model yang super elegan.
"Come on!" ajak Kevin sambil menarik tangan Arabella dan mengaitkan jemarinya pada jemari tangan Arabella.
Sontak Arabella menoleh menatap tangannya, "Maaf Tuan, sepertinya tidak usah bergandengan deh."
"Hey sudah aku bilang panggil saya Kevin jika kita berada diluar okey!" hentak Kevin emosi mendengar panggilan Arabella.
"Baiklah Kevin, tolong lepaskan tangan saya," pinta Arabella dengan lembut.
Kevin langsung menuruti permintaan Arabella untuk melepaskan tangannya namun dia malah merangkul pinggang cewek itu.
Sekali lagi Arabella dibuat heran dan kaget dengan perlakuan Kevin terhadapnya.
"Okey kalau begitu mau kamu, mending begini saja." Arabella melepaskan tangan Kevin dari pinggangnya lalu memegang tangan cowok itu seperti awal Kevin melakukannya.
Hal itu membuat Kevin tersenyum lalu mengganti tangan dirinya yang memegang tangan kecil Arabella dan menautkan jemarinya dengan jemari cewek itu.
"Hello Kevin sudah lama kamu tidak mampir ke sini sayang?" seru seorang wanita tua yang langsung menyapa hangat Kevin.
"Maaf Tante, aku sibuk meeting dengan para klien penting bagaimana perkembangan butiknya Tante?"
"Alhamdulillah butik Tante selalu rame banyak sekali model yang memakai jasa busana dari Tante," terang Tante Ria lalu matanya tertuju pada wanita cantik disamping keponakannya kini dan tangan mereka saling berpegangan siapa wanita yang Kevin bawa ini? batin bertanya-tanya.
"Oh ya, Tante kenalkan ini Arabella calon ibu dari anak-anakku nanti," ujar Kevin memperkenalkan Arabella kepada Tantenya.
Mendengar kata 'Calon Ibu dari anak-anaknya nanti' membuat Arabella kaget lalu mencubit lengan cowok itu.
"Auw sakit Bell," keluh Kevin sambil menatap Arabella wajahnya meringis kesakitan.
"Lagian kalau ngomong suka ngawur," omel Arabella kesal lalu dia bersalaman dengan Tantenya Kevin. "Hay Tante saya Arabella sekretarisnya Kevin di kantor."
"Aku gak ngawur! Seharusnya kamu aminkan doaku sayang," sahut Kevin sambil tersenyum manis.
"Males, aku tidak ingin berurusan dengan Tasya yah!" sergah Arabella.
Ya baru kali ini Arabella melihat senyuman Kevin yang begitu menawan, biasanya cowok itu bersikap dingin dan menakutkan dengan tatapan dan sikapnya selama ini terhadap dirinya.
Sontak wajah Arabella merah merona dia merasakan degupan jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya, ah Kevin memang pandai meluluhkan hati wanita.
Sedangkan Ria tahu betul jika Kevin sudah mempunyai tunangan yaitu Tasya, dia hanya geleng-geleng kepala saja melihatnya.
"Gini Tante, aku mau mengajaknya makan siang namun sebelumnya aku ingin dia ganti baju dulu karena pakaiannya yang ini akan mengundang banyak tatapan dari para buaya di luar sana," ujar Kevin menjelaskan tujuannya datang ke butik Tantenya.
Tante Ria tersenyum, "Ya sudah mari Bella ikut dengan Tante!" Dia memeluk Arabella dan membawanya ke dalam butik untuk pilih-pilih pakaian yang dibutuhkannya.
Sedangkan Kevin menatap jam tangannya lalu duduk dibangku yang ada disana, ketika dia membuka ponselnya ternyata ada pesan dari Tasya.
"Sayang, nanti malam jalan yuk."
"Maaf Tasya, aku tidak bisa pergi lagi banyak kerjaan."
"Kalau begitu aku datang ke apartemen kamu yah."
"Tidak perlu Tasya, aku akan pulang ke rumah sore ini."
Kevin berpikir tentang hari ini dan ternyata malam ini adalah malam minggu pantas saja Tasya minta untuk jalan.
"Kevin!" panggil Tante Ria membuat cowok itu menoleh.
Arabella mengenakan baju dress warna merah muda, rambutnya dibiarkan tergerai bebas, polesan make up yang natural membuat cewek itu tampak sangat cantik dan anggun.
"Okey Tante memang pandai membuat Kevin senang." Kevin bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua cewek itu.
Ria mendekat ke arah Kevin, "Kamu bagaimana sih Sayang, sudah mau bertunangan dengan Tasya malah jatuh cinta pada cewek lain," keluhnya.
"Tasya itu atas dasar bisnis Tante makanya aku mau bertunangan dengannya kalau Arabella aku memang cinta sama dia, lihatlah dia begitu berbeda dengan Tasya!" jelas Kevin sambil tersenyum dia selalu berkata jujur dengan Tante ketimbang dengan kedua orangtuanya yang selalu menentang kemauannya.
"Lalu kamu mau menikahi keduanya?" Kedua alis Tantenya bertautan heran menatap keponakannya.
"Hahaha aku juga tidak tahu Tante, untuk saat ini biarlah mengalir selagi aku diberikan kepercayaan sama Papah untuk memimpin perusahaan, aku akan membuat perusahaan maju tanpa bantuan dari ANA company itu lalu aku akan meninggalkan Tasya," jelas Kevin dengan serius.
"Bagus, kamu harus bisa menyaingi ANA company jika ingin membatalkan pertunangan kamu dengan Tasya, Tante akan dukung kamu dan pilihan kamu itu asal kamu tidak serakah harus pilih salah satunya." Ria menepuk bahu Kevin, sudah saatnya perjodohan bisnis antara kedua orangtuanya itu musnah. Kini Kevin sudah bisa memilih dan mempunyai pilihannya sendiri bukan lagi anak kecil yang bisa diatur kehidupannya.
"Siap terima kasih banyak Tante, ini untuk Tante lain kali aku akan sering mampir ke sini, aku dan Bella pamit pulang kami sudah lapar ingin makan," ujar Kevin mengakhiri percakapan tentang perjodohan bisnis kedua orangtuanya.
"Hati-hati yah Sayang," teriak Ria melihat kepergian dua sepasang kekasih itu.
Dipikir-pikir Arabella jauh lebih cantik dibanding Tasya, ternyata mata keponakannya itu benar-benar bagus dia sangat pandai mencari cewek, sejak dulu Kevin dikenal sebagai playboy gonta-ganti pasangan itu mungkin hobinya.
Setelah sampai di sebuah restoran terkenal Kevin masuk terlebih dahulu untuk mencari tempat takut penuh karena banyak sekali kendaraan yang parkir siang hari ini.
"Kita duduk di sini saja tidak apa-apa kan?" tanya Kevin kepada Arabella yang sedang menatap sekelilingnya. "Sayang!" panggilnya dengan meninggikan suaranya.
Arabella menoleh dan menatap tajam Kevin, "Stop panggil saya seperti itu! Saya bukan kekasihmu dan saya juga tidak ingin membuat masalah dengan Tasya." Dia menyukai panggilan sayang yang keluar dari mulut Kevin namun dia juga harus sadar kalau cowok yang bersamanya kini sudah mempunyai tunangan.
"Aku tidak menyukai Tasya kami pun belum bertunangan kamu tidak akan paham dengan keadaannya tapi percayalah aku mencintaimu sejak pertemuan pertama kita," jelas Kevin dengan sungguh-sungguh, matanya menatap lekat bola mata hazel milik Arabella.
Diam, Arabella memilih diam dia tidak bisa berkata-kata sungguh hatinya begitu senang mengetahui bahwa dia dicintai oleh cowok seperti Kevin, tapi dia juga harus sadar diri tidak mungkin bisa bersama cowok itu, dia akan ada dalam masalah jika sampai jatuh cinta kepada Kevin.