Bidadari untuk Raka

Menyebarkan Novel

“Sudah dibaca sampai selesai Kak novelnya?”

Raka agak kaget dengan suara lembut milik Sarah. Dulu, Sarah begitu manja dalam ingatan Raka, kini sudah gadis dan sedang menyelesaikan program sarjana sastra. Dia sangat cocok menjadi seorang penulis, karena itu adalah jurusan yang diambil di dalam kuliahnya.

“Ceritanya bagus Sarah, saya sampai tak bisa berhenti membacanya,” Raka menatap langit yang cerah di atas sana. Ibunya dan juga bu Fatma sedang mendengarkan kajian ibu-ibu di masjid besar di masjid Jami’ Besar. Mereka berdua sudah lebih dulu shalat, siang ini adalah pengajian rutin bulanan. Raka menunggu di luar sendirian awalnya, namun Sarah tiba-tiba datang dan menemaninya.

“Benarkah Kak?” mata Sarah berbinar menatap Raka sejenak, “Lalu… endingnya, bagaimana menurut Kak Raka?”

“Sayangnya…,” Raka sekilas menatap wajah Sarah, tak ada lagi wajah culun seperti dulu. Kini, wajahnya bersinar dan nampak sangat dewasa, “Aku belum selesai sampai ending.”

“Ah Kakak ini! Katanya tadi tak bisa berhenti membacanya, kenapa belum sampai ending?” Ada wajah cemberut milik Sarah, Raka pun tersenyum, wajah itu mengingatkannya akan wajah kecil Sarah yang dulu amat manja.

“Bukannya begitu Sarah, tapi setelah aku membaca waktu itu belum ada waktu lagi membukanya. Lalu… kamu ceritakan sajalah Sarah, endingnya gimana dengan kisah cinta mereka itu? Lalu, bagaimana kisah lahan tanah yang diperebutkan dengan PT-nya?” kini, Raka yang bertanya makin penasaran, dia lupa pada novel itu dan mumpung ada penulisnya, dia ingin mendapagtkan kisah ending langsung darinya.

“Masa bodo! Baca saja sendiri, emangnya penulis pandai menceritakan langsung. Kalau mau tahu, baca sendiri saja!” Sarah terlihat ngambek.

Raka tersenyum dan bahkan sedikit terkekeh melihat Sarah ngambek demikian, sudah lama rasanya mereka tak seperti di waktu kecil dulu. Raka mulai tak bertemu dengan Sarah ketika dirinya memulai kuliah di tempat rantauan, sedangkan ketika dia pulang Sarah sedang mulai kuliah.

“Baiklah… Baiklah… Tuan puteri, nanti ketika sudah ada waktu saya akan meneruskan membaca novelnya dan mengetahui sendiri endingnya. Ha..ha..ha..”

“Gak lucu!”

Sarah masih saja sewot, Raka tak bisa menenangkannya seperti dulu. Tentu saja, kini dia telah menjelma menjadi gadis yang cantik dan pintar.

“Oya Sarah, sudah berapa novel yang kamu buat?” Pertanyaan kali ini, Raka sudah mulai serius kembali.

Sarah menatap ke depan, menatap langit yang indah dan juga panas menimpalinya, “Saya sangat menyukai menulis novel, dari sana… saya mendengarkan banyak kisah berharga dari orang lain dan biasanya aku menuliskannya. Kisah-kisah hidup itu aku ceritakan kembali dalam bentuk tulisan, agar banyak orang yang bisa belajar dan menjadikan setiap kisah sebagai pelajaran.”

Angin membelai mereka… Raka menatap wajah cantik itu dari samping, dia sedang menceritakan kisahnya sebagai penulis. Raka pun mendengarkannya dengan seksama.

“Menulis itu seperti air yang mengalir atau hidup yang berjalan itu sendiri. Aku sudah menyelesaikan banyak novel, meskipun baru dua buku yang diterbitkan oleh media cetak. Namun, jiwaku seperti terpanggil untuk selalu menulis hingga banyak sekali novel yang sudah kuselesaikan, meskipun masih dalam bentuk software. Aku tak peduli, meskipun tidak diterbitkan, tapi aku yakin suatu hari nanti akan banyak orang yang membacanya.”

“Sekitar berapa kisah yang sudah kamu selesaikan Sarah?”

“Mungkin…, sekitar dua puluhan kisah Kak. Memangnya kenapa?”

“Tidak pernah kamu publish sendiri di web atau situs?” Raka bertanya asal dan melihat keseriusan Sarah dalam menekuni hobinya tersebut.

“Belum terpikirkan sama sekali Kak, apalagi Sarah hang kalau masalah keahlian internet dan semacamnya. Sarah hanya ingin terus menulis saja.”

Raka berpikir sejenak, dia menatap matahari yang bersinar sangat terang setelah awan yang menutupinya tadi terhembus angin dan menjauh dari sinar matahari. Benar! Raka mendapatkan ide. Matahari yang terang saja bisa tertutupi oleh awan yang mencoba menutupinya. Seterang matahari pun harus dapat dilihat oleh banyak orang dan tidak ada penutup.

“Sarah! Kakak punya ide!”

Wajah Raka langsung sumringah dan menatap wajah Sarah, Sarah pun langsung berbalik menatap Raka karena mendengar sebuah ide itu. Mereka bertatapan, angin berhembus meniup wajah mereka. Ada getaran halus yang tiba-tiba menusuk masing-masing dari mereka. Seolah waktu berhenti sejenak.

Mereka segera mengambil sikap dan segera sama-sama berbalik kembali menatap langit yang biru. Mereka terlihat agak kaku untuk mengatakan sesuatu, dan sejenak mereka terdiam dalam lamunan mereka sendiri-sendiri. Mereka menyelamati hati mereka masing-masing.

“Teruslah menulis Sarah, itu adalah duniamu bukan?”

“Benar kak Raka, aku akan terus menulis dan menyampaikan kepada siapapun tentang kehidupan, agar banyak orang bisa mengambil pelajaran.”

“Oya, tadi ide apa yang kata Kak Raka bagus tadi?” Sarah teringat dan menjadi penasaran.

“O iya, jadi begini. Saya akan mengusahakan untuk mencetak buku-buku novelmu Sarah. Jadi, kamu hanya perlu fokus pada menulis karya daripada memikirkan akan dikirim kemana novel yang sudah selesai dan juga bagaimana prosesnya. Kamu cukup fokus untuk menulis kisah baru saja.”

Kini, Sarah menatap kearah Raka dengan tatapan penuh curiga, “Bagaimana itu bisa terjadi Kak, untuk menembus media saja saya bersusah payah, lalu Kakak memintaku fokus saja menulis?”

Raka tersenyum, wajah penasaran Sarah benar-benar mengingatkannya saat dulu meminta bantuannya mengerjakan PR-nya, “Jadi begini, kamu paham kan kalau Kakak paham sedikit soal internet dan pembuatan situs?”

Sarah mengangguk dan memotong cepat, “Jadi maksud kak Raka, novel-novelku akan dimasukkan ke website dan bisa ditemukan oleh banyak orang begitu?”

“Tunggu dulu! Jangan memotong dulu,” Raka tak habis pikir, kebiasaan Sarah memang demikian rasa ingin tahunya memang tinggi, “Dengarkan dulu, barusan kamu mengatakan bahwa akan dimasukkan ke web, itu tidak sepenuhnya benar dan juga tidak sepenuhnya salah. Jadi begini, saya akan membuat novel-novelmu dapat terbit tidak hanya di website tapi saya akan meneruskannya ke android maupun sistem lainnya agar orang mudah mendapatkan update terbaru dari novelmu.”

Sarah  mulai maksud, “Jadi…, akan dibuatkan aplikasi novel begitu maksud Kakak?”

Raka pun tersenyum, “Tepat! Itu yang aku maksudkan.”

Sarah pun manggut-manggut.

“Kalau seperti itu, Sarah setuju sekali. Sarah memang tidak terlalu berharap ke royalty, jadi ketika ada orang yang mengapresiasi novel saja, Sarah sudah sangat bahagia. Orang dapat mengambil pelajaran dan juga novel itu bermanfaat cukup merupakan tujuan saya Kak.”

“Jangan berpikir pendek seperti itu juga Sarah.”

Sarah kembali bingung, “Maksud Kakak? Bukannya tadi mau disebarkan gratis ke aplikasi dan website. Itu berarti kan kita gak dapat royalty seperti ketika kita mencetak buku bukan?”

“Benar yang kamu maksud memang tidak ada pendapatan dari royalty seperti penjualan buku saat kamu cetak terbit. Tapi, kita bisa mendapatkan pendapatan dari hal lain seperti; periklanan, hadiah dari pembaca dan lain sebagainya. Hal itu memang menjadi hak para pemberi konten Sarah.”

“Jadi… selain kita memberikan cerita, kita juga bisa menghasilkan uang dengan metode seperti itu?” Sarah semakin bersemangat.

“Tentu saja Sarah! Dalam dunia internet, semua dilakukan dengan cara professional. Kita ambil jalan mudahnya begini, ketika orang mengakses internet. Mereka tentu tidak gratis meskipun konten yang kita lihat atau baca gratis. Tapi, kita membeli paket atau data untuk dapa mengakses internet bukan? Dari situ, sebenarnya kita juga membeli untuk jasa membuka internet. Dari situ, maka kita sebagai penyedia konten akan mendapatkan pendapatan dari banyak sisi.”

Sarah baru terbuka wawasannya sekarang.

“Baiklah, sudah diputuskan. Deal! Bantu aku lagi ya Kak, buatkan untukku dan kita akan bekerjasama.”

Raka kembali tersenyum, “Baik, deal! Tapi semua tidak gratis ya, maksudnya kita bicarakan ini secara professional karena kita ke depan akan menjadi besar, insyaallah.”

“Baik, soal itu terserah Kakak saja!”

“Tidak bisa begitu juga Sarah. Nanti kamu sebagai penyedia konten, dan Kakak sebagai provider yang akan mengurusi semua persoalan post hingga tamplate pada aplikasi dan website. Tentu saja, Kakak juga butuh bantuan oranglain, makanya kita bagi dari awal soal persentase keuntungannya agar semuanya adil Sarah.”

Memang sesuai dengan kebiasaan Raka, menurut Sarah. Raka adalah sosok cerdas dan dapat dipercaya, dia juga mampu berbisnis dengan professional.

“Lalu, untuk masalah biaya awal bagaimana Kak?”

“Kamu tenang saja Sarah,” Raka menatap sekilas wajah Sarah, “Serahkan urusan modal dan penampilan aplikasi nanti pada provider. Saya akan mengurusi semuanya dan menjadi provider, sedangkan kamu menjadi penyedia konten dan hanya fokus menuliskan novel. Lebih baik lagi, kalau kamu juga merekrut penulis-penulis lainnya untuk dapat di up di aplikasi. Tentu, ke depannya kita harus membuat komunitas untuk para Penulis unuk menuliskannya karyanya dan agar dapa dilihat oleh orang banyak.”

Tanpa terasa mereka tengah keasyikan berbicara soal aplikasi dan penyedia konten. Hingga, kedua ibu mereka muncul dari dalam masjid. Acara pengajian Ibu-ibu sudah selesai. Banyak jamaah ibu-ibu sudah mulai keluar dari masjid dan bejubel, pengajian kali ini dihadiri oleh orang banyak.

Mereka pun meninggalkan masjid, Raka berpamitan pada Sarah dan akan membicarakan soal bisnis mereka itu di kemudian hari. Mereka pun saling menguatkan bagian masing-masing untuk dibagi tugas sehingga dapat fokus untuk segera memulai program mereka.

Mendung kembali mengurung matahari sehingga sinarnya menjadi redup, mungkin hanya sekian detik atau sekian menit. Namun, saat matahari tertutupi sejenak, ada kesejukan yang menyelimuti bumi dari panasnya terik mentari. Itu adalah hadiah dari Allah, agar manusia ingat dan selalu bersyukur kepadaNya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!