Anak Tebu yang Menatap Langit

Percakapan di Ujung Pagi 4

Pagi itu tidak seperti biasanya.

Kabut di Desa Isorejo terasa lebih tebal. Udara lebih dingin. Bahkan suara daun tebu yang bergesekan pun terdengar lebih pelan, seolah alam ikut menahan napas.

Imam duduk di depan rumah, menatap tanah yang masih basah oleh embun.

Di sampingnya, Ali bermain dengan ranting kecil, menggambar garis-garis tak beraturan di tanah.

“Kak, ini rumah kita,” kata Ali sambil menunjuk gambar sederhananya.

Imam tersenyum tipis.

“Iya… nanti kita buat yang lebih bagus, ya.”

Ali mengangguk penuh keyakinan.
“Yang ada lampunya banyak!”

Imam tidak langsung menjawab.

Ia tahu, bagi Ali, lampu adalah kemewahan. Bagi mereka, listrik yang sering padam sudah menjadi hal biasa.


Di dalam rumah, suara batuk kecil ayahnya terdengar.

Gimin keluar sambil memegang dadanya sebentar, lalu duduk perlahan.

“Yah…” Imam mendekat, “Ayah tidak apa-apa?”

Gimin mengangguk.
“Hanya capek.”

Jawaban yang terlalu sering diucapkan.

Jawaban yang mulai membuat Imam khawatir.


Sarapan pagi sederhana sudah tersaji. Nasi hangat, sambal, dan sedikit ikan asin.

Mereka makan dalam diam.

Sampai akhirnya Imam memberanikan diri.

“Ayah…”

Gimin menoleh.

“Imam ingin… suatu hari bisa sekolah tinggi. Bukan hanya untuk Imam… tapi supaya Ali juga bisa.”

Ali yang mendengar langsung tersenyum.

“Aku mau ikut Kakak!”

Limah tersenyum kecil, tapi matanya menyimpan kekhawatiran.

Gimin tidak langsung menjawab.

Ia memandang kedua anaknya bergantian.

Lalu berkata pelan,

“Imam… hidup kita memang tidak mudah. Tapi kalau kamu punya tujuan yang baik, jangan berhenti.”

Ia berhenti sejenak.

“Tapi ingat… kamu sekarang bukan sendiri.”

Imam mengangguk.

Ia mengerti maksudnya.

Di pundaknya bukan hanya mimpi—
tapi juga masa depan Ali.


Pagi itu, di antara nasi sederhana dan udara dingin desa, sebuah percakapan kecil terjadi.

Namun di dalamnya, tersimpan arah hidup seorang anak.

 

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!