Aku Ingin Baju Baru

Mengantar Naura untuk Pulang

Naura berhenti di sebuah rumah yang besar, Naura agak ragu namun berdasarkan kertas yang diberikan Kakek Abdullah rumah ini adalah rumah yang tercantum dalam alamatnya.

”Apakah ini rumah cucu Kakek?”

”Benar Nak, ayo masuk dulu.”

Kakek Abdullah mengucapkan salam dan beberapa orang langsung keluar rumah, lelaki dan wanita dewasa dan juga seorang anak perempuan.

”Ya Allah Bapak, Bapak kemana saja?” Lelaki dewasa itu adalah anak dari kakek Abdullah namanya Hamid.

”Bapak tadi tersesat, untuk ada Naura.”

Kakek Abdullah menunjuk pada Naura yang masih menenteng keranjang kuenya.

”Lho, kamu Naura!” Gadis kecil itu kaget melihat Naura, dan Naura juga kaget melihat gadis kecil yang merupakan cucu dari kakek Abdullah itu. Namanya Nurma.

”Ini rumah kamu Nurma?” Naura bertanya pada Nurma. Begitu besar rumah Nurma, dia adalah anak orang kaya tentunya.

”Iya Naura, ayo masuk dulu,” kata Nurma.

”Iya Nak, masuk sebentar ya,” Kakek Abdullah juga meminta Naura untuk masuk.

Ayah dan Ibu Nurma juga meminta Naura masuk karena dia sudah mengantar orangtua Hamid yang tersesat untuk pulang.

Sampai di dalam Kakek Abdullah bercerita bahwa dia tersesat dan tak membawa uang. Naura memberikannya kue dan minuman. Ayah dan Ibu Nurma sangat berterimakasih pada Naura bahwa Naura masih mau menolong Kakek Abdullah bahkan memberinya makanan dan mengantarnya pulang.

Naura pun disuguhi minuman oleh Nurma dan juga makanan. Namun, Naura menolak makanannya itu. Dia bercerita bahwa dia tak bisa makan enak sedangkan adiknya di rumah tidak bisa menikmatinya.

Pak Hamid pun tak bisa berbuat banyak.

Hari sudah agak sore, Naura pun berpamitan hendak pulang. Pak Hamid juga memberikan beberapa lembar uang kepada Naura namun Naura menolaknya. Pak Hamid pun bingung, begitu juga dengan Kakek Abdullah yang bingung karena Naura tak mau menerima uang.

”Ah begini saja! Kakek Abdullah suka kue kamu Naura. Kakek beli semua ya.”

Ide yang bagus, Hamid pun setuju dan menghitung semua kue Naura. Kuenya tinggal 75 biji dan dibeli semua oleh Hamid dan kakek Abdullah. Semuanya total Rp 50 ribu rupiah. Naura pun pamitan dan berterimakasih karena sudah membeli semua kuenya.

Nurma pun tak malu mempunyai teman berdagang kue keliling, mereka berteman baik. Nurma bahkan sangat salut pada Naura yang mau bekerja membantu orangtuanya.

Nurma mengantar Naura hingga ke gerbang begitu juga kakek Abdullah. Namun, Hamid tak tega melihat Naura jalan kaki. Dia mengambil mobilnya dan mengantar Naura. Nurma pun tak mau ketinggalan dan ingin ikut.

Naura sempat menolak karena nanti merepotkan dan tak enak. Namun, pak Hamid memaksa dan Naura pun akhirnya ikut dan mau diantar.

Mereka pun berangkat, kakek Abdullah juga tak mau ketinggalan dan ikut juga. Mereka pun ramai berbincang di dalam mobil. Mobil itu melaju dan mengantar Naura. Di dalam mobil, Kakek Abdullah banyak bercerita masa mudanya dan masa kecilnya dulu.

Cerita kakek Abdullah lucu hingga membuat Naura dan Nurma tertawa. Sedangkan pak Hamid menyupir sendiri mobilnya itu.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!