Aku Hanya Ingin Belajar

Kesulitan Tak Berarti untuk Bayu - 5

Masalah baru muncul bagi Bayu dan ibunya, Sari. Meskipun Sari bekerja keras sebagai penjual kue, penghasilannya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka sering kali terlambat membayar uang kontrakan, dan keadaan semakin sulit dari hari ke hari. Bayu menyadari kondisi ini, tetapi ia tidak ingin membebani ibunya lebih dari yang sudah terjadi.

Bayu ingin terus belajar, tanpa henti. Namun, dia juga ingin membantu Ibunya bagaimana pun caranya. Dia tahu, Ibunya sudah kesulitan dengan membuat kue dan menjualnya. Uang yang didapatkan belum cukup, Ibunya sering terlihat kelelahan saat membuat kue.

Di sekolah, Fajar, sahabat setianya, mengetahui kesulitan yang dialami Bayu. Dengan hati tulus, ia ingin membantu sahabatnya, tetapi Bayu dengan lembut menolak. “Aku tidak ingin membebani orang lain, Fajar. Aku harus berusaha sendiri bersama Ibu,” katanya dengan senyum penuh keteguhan.

Saat pulang sekolah, Bayu memikirkan cara dengan pikirannya. Dia harus bisa membantu Ibunya.

Meski usianya masih kecil, Bayu tidak ingin berpangku tangan. Sepulang sekolah, ia membantu ibunya menjual kue. Dengan membawa keranjang penuh kue, ia berjalan dari rumah ke rumah, menawarkan dagangan dengan penuh semangat. Di telinganya, murattal Al-Qur’an terus mengalun pelan, memberi ketenangan dan semangat. Setiap langkahnya terasa ringan karena keyakinannya yang teguh bahwa Allah selalu mengawasinya dari singgasana-Nya. Bayu yakin, di setiap kesulitan pasti ada pertolongan dari-Nya.

Hari demi hari, Bayu terus membantu ibunya. Ternyata, usaha keras dan ketulusan mereka membuahkan hasil. Perlahan tapi pasti, kue buatan Sari mulai dikenal banyak orang. Pelanggan semakin bertambah, dan kuenya laku keras. Keuangan mereka pun sedikit membaik. Bayu merasa bangga bisa membantu ibunya, meskipun hanya dengan cara sederhana.

Suatu malam, setelah seharian berjualan dan belajar, Bayu duduk di meja kecil di sudut kamar mereka yang sederhana. Cahaya lampu remang-remang menerangi buku-buku yang terbuka di depannya. Ia mengulang pelajaran sekolah dengan tekun. Di sisi lain, Sari memperhatikan putranya dengan penuh kasih sayang.

Perlahan, Sari mendekat dan mengelus rambut Bayu. “Kamu rajin sekali, Nak. Suatu hari nanti, kamu akan jadi orang besar,” ucapnya lirih.

Bayu menoleh dan tersenyum. Ia memeluk ibunya erat. “Ibu, aku berjanji akan terus belajar, apa pun yang terjadi. Aku ingin membuat Ibu bangga.”

Sari menahan air matanya. Baginya, Bayu bukan hanya anak yang luar biasa, tetapi juga sumber kekuatannya. Dalam hati, ia berdoa agar anaknya selalu diberi kemudahan dalam setiap langkah hidupnya.

 

Bagi Bayu, belajar bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Ia percaya bahwa jika seseorang berhenti belajar, maka hidupnya pun kehilangan makna. Dengan keyakinan itu, ia terus melangkah, menghadapi setiap tantangan dengan keberanian dan keteguhan hati. Masa depan mungkin belum pasti, tetapi satu hal yang ia tahu: selama ia berusaha, Allah akan selalu bersamanya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!