Aku Datang, Aeera!

Aku Kembali, Aeera! 42

WOOOONGGGG!

JEGLAAARRR!

Aku datang Aeera! Aku datang!

Slap!

Dimana ini? Kenan melihat sesuatu yang berbeda, dia menoleh ke semua sisi. Dan, dia hanya melihat kehancuran. Tak ada apapun kecuali kehancuran dan ledakan tanah dimana-mana. Namun, ada beberapa sisa puing dari sebuah kerajaan.

Kenan mencoba mencerna apa yang terjadi, bau busuk kematian ada di semua tempat dan tempat itu terbakar habis oleh ledakan yang dahsyat. Dan ... Kenan gemetaran, karena dia merasakan bahwa tempat itu sangat familiar yang merupakan kerajaan Saranjana. Kerajaan yang ditinggalkannya tiga jam yang lalu.

Tidak mungkin!

Bruk!

Kenan terduduk, lemah dan tak bisa berpikir jernih.

Kemana semua orang? Apakah dia sudah terlambat? Tidak mungkin!

Kenan mengumpulkan energi, meskipun kini dia bukan makhluk panggilan Aeera. Namun, Kenan yakin bisa terbang.

SYUUTTT!

Benar, Kenan melayang di udara dan semakin tinggi, melihat radius kehancuran yang begitu dahsyat sampai ke semua penjuru. Mata memandang setiap penjuru, dan hanya ada puing kehancuran. Di dunia ini, Kenan merasakan energi dan mampu memanfaatkannya menjadi kekuatan. Apa yang dipikirkan Kenan adalah manipulasi dirinya mengontrol energi di dunia ini.

Namun ... tidak ada apapun yang terlihat, semuanya hancur.

”AEERAAAA! AEERAAAA! Aku datang!”

”AEERRAAA!”

Kenan berteriak, tubuhnya gemetar. Jika dia terlambat, artinya semua sudah hancur.

Tidak mungkin!

”Aku mohon Tuhan, jangan biarkan dunia ini hancur!”

”AEEERAAA!”

Teriakan Kenan menggema.

”Jangan berisik!”

Suara itu? Sebuah suara terdengar dari dalam bumi, dan energi kuat menyembur dari bumi. Energi pedang menyala dari dasar tanah dan melayang di udara tepat berada di depan Kenan. Itu adalah Pedang Halilintar.

”Tuan Pedang! Aku sudah datang, aku tepat waktu dan belum ada tiga jam! Tapi, kenapa semua ini! Tolong katakan bahwa ini semua bohong ...!”

”Berisik!”

Kenan berhenti bicara, energi pedang melayang itu membayang seorang lelaki dengan bentuk hologram. Lelaki itu melayang di depan pedang dan melihat kearah Kenan.

”Jujur aku katakan! Aku terlalu lama menunggumu. Dan kesimpulannya adalah, kamu terlambat!”

”Apa! Apa maksud Tuan Pedang dengan aku terlambat! Aku ...”

”Berisik!” lagi-lagi, lelaki itu menghentikan penjelasan Kenan.

Kenan diam dan tak lagi mengatakan apapun, sepertinya Tuan Pedang ingin menjelaskan sesuatu.

”Aku tahu kamu sudah berusaha keras untuk datang kesini, dan kenyataannya kamu sudah terlambat. Semuanya hancur! Sejak awal aku sudah tahu, bahwa aku hanya bisa menunggumu selama tiga jam yang artinya disini, sudah lebih dari satu bulan. Aku tahu ini setelah melakukan fusion denganmu dan melihat kenanganmu. Waktu ditempatmu dan di sini berbeda, tiga jam artinya disini sudah lebih dari empat puluh hari.”

”Jadi ... apa artinya ini, Tuan Pedang! Jika aku datang hanya untuk terlambat dan menyaksikan kehancuran. Untuk apa aku datang!”

”Dengarlah Kenan! Aku mengatakan padamu untuk menunggumu tiga jam, hal itu karena aku bisa memulihkan kekuatanku di sini. Aku bertahan menunggumu dengan resiko bahwa aku tidak memilih kebebasan dan kembali dalam kehidupanku sendiri! Aku ingin melihat apakah kamu benar-benar bisa kembali dalam waktu tiga jam di duniamu. Jika kamu datang lebih dari tiga jam, maka aku akan meninggalkan dunia ini dan memilih kebebasanku.”

Kenan mencerna penjelasan Pedang Halilintar.

”Aku tidak menyangka, bahwa kamu bisa sampai ke sini. Aku tidak tahu bagaimana caramu bisa sampai kesini. Itu adalah sebuah kemustahilan, tapi kamu berhasil datang.”

”Tuan Pedang ... meskipun aku datang, tapi bagaimana jika sudah terlambat! Di mana Aeera dan seluruh penduduk kerajaan?” tanya Kenan.

Lelaki yang merupakan hologram yang dipancarkan Pedang Halilintar menghela napas cukup panjang.

HHHHHHHH!

”Aku tidak mengatakan padamu bahwa jika kamu datang semuanya belum terlambat. Aku hanya menunggumu datang selama tiga jam. Dan, semua yang ada di kota ini saat kamu kembali ke duniamu. Semua orang sudah dihancurkan oleh kekuatan raja iblis dan raja monster. Aku menghilang ke dasar bumi menyembunyikan keberadaanku saat kehancuran itu terjadi.”

Hiks! Kenan mengusap airmatanya, dia benar-benar terlambat.

”Jika seperti ini, tak ada gunanya aku datang ....” Kenan gemetaran sekarang, perasaan tidak berdaya dan lemah menyelimutinya kembali.

”Kenan ... bukankah sudah kubilang. Aku bersedia menunggumu dan bukan berarti hanya mendengar keluhan kegagalanmu menyelamatkan Aeera. Masih ada satu cara terakhir.”

Kenan kaget. ”Cara terakhir?”

”Kenan, aku akan menggunakan kekuatan distorsi waktu dan mengembalikan waktu sekuat energi yang sudah kusimpan. Lebih dari empat puluh hari aku mengumpulkan energi, jika aku berhasil mengulang waktu. Maka, aku hanya bisa percaya padamu untuk bertarung sekali lagi dan menyelamatkan gadis penyihir itu.”

”Tuan ... Tuan Pedang, kumohon lakukan itu.”

”Aku akan melakukannya, Kenan. Namun, aku tidak tahu batasanku. Aku hanya percaya pada takdir, karena takdir itu juga yang menuntunmu sampai di sini. Aku ingin membayar kata-katamu, bahwa jika seorang ibu tersenyum, maka dunia ini sedang baik-baik saja. Aku tersadar kesalahanku di masa lalu. Jadi, aku akan membayarnya sekarang.”

Hologram itu mengatupkan kedua tangannya, energi dari Pedang Halilintar dibelakangnya membuat roda energi dan berjumlah sembilan. Roda-roda energi itu berputar, mengalirkan energi ke hologram lelaki yang merupakan manifestasi Pedang Halilintar.

WOOOSHH!

Energi melimpah, dan ledakan energi terjadi. Kenan menyaksikan itu semua, saat itu waktu terhenti total. Kenan melihat arah angin berbalik dari sebelumnya, debu yang terbang kembali, daun yang jatuh naik ke atas.

”Bersiaplah, Kenan! Aku akan memulainya!”

SYUUUUTTT!

Dunia berputar berbalik, Kenan menyaksikan semua kejadian itu. Matahari tiba-tiba kembali, berputar dengan bulan dan terus begitu, malam dan siang berganti. Beberapa kali hal itu terjadi, Kenan tak percaya, dia melihat bagaimana replay kejadian sebelumnya.

Hingga lebih dari empat puluh kali matahari dan bulan saling berputar kembali. Saat itulah energi dari roda energi mulai menipis. Hologram lelaki itu mulai kesulitan, energinya terkuras sangat hebat.

”Sedikit lagi! Sedikit lagi! Aku pasti bisa mengembalikan keadaan sebelum kejadian itu!”

Teriak lelaki hologram itu.

”Satu hari lagi, Kenan. Ini adalah satu hari setelah kehancuran itu. Namun, energiku sudah habis. Aku tidak tahu apakah masih bisa mencapai waktu sebelum kehancuran.”

Kenan tahu Tuan Pedang kesulitan, Kenan memejamkan matanya. Dia memutar tangannya seperti kebalikan dari jarum jam. Memutar dan menciptakan energi dari kedua tangannya. Kenan menyalurkan energi itu pada Tuan Pedang.

Tuan pedang kaget, dia merasakan energi bertambah dengan baik. Dia masih bisa memutar waktunya lagi. Lelaki itu tersenyum.

”Kenan ... mungkin ini saat terakhir bagiku. Jika aku mencapai batasku, maka bisa jadi jiwaku akan musnah. Jika itu terjadi, maka kamu harus berjuang sendiri melawan raja iblis dan raja monster. Aku percaya padamu.”

”Tidak, Tuan Pedang pasti bisa bertahan! Kita akan bertarung hingga akhir bersama!”

”Kamu tidak tahu, Kenan. Kekuatan kita terbatas, jika aku tak bisa kembali dan jiwaku hancur. Berjuanglah dengan baik, jangan pernah menjadi pengecut dan lari dari masalah. Bangkitlah dari keterpurukanmu selama ini, aku sudah melihat masa lalumu. Ingatlah untuk selalu membuat ibumu tersenyum. Jika aku tidak bisa melakukannya untuk ibuku, kamu bisa melakukannya untuk  ibumu.”

”Tuan Pedang ...!”

”Saatnya untuk menyelamatkan gadis penyihir itu!”

Woooshhhh!

Energi lelaki hologram kembali menyala, memutar waktu sekali lagi. Kenan menyaksikan bulan kembali dan waktu berputar kembali. Saat itu, dia melihat kehancuran kerajaan Saranjana yang meledak dahsyat. Ledakan kembali, gumpalan ledakan mengecil. Kenan melihat pertempuran yang kembali, dia melihat semua rekan-rekan yang mencari Pedang Halilintar terlihat semuanya terbunuh oleh raja iblis dan raja monster. Waktu terus berputar kembali, Kenan menyaksikan kematian Aeera oleh Helios. Waktu kembali dan berputar semakin melambat.

Aeera hidup kembali dan itu seolah Kenan sedang menyaksikan semua kejadian replay di hadapannya. Dan ... airmata Kenan menetes tepat di saat waktu terhenti di mana saat itu, Aeera baru saja memecahkan manik-manik sihir peninggalan Ibunya. Saat itu adalah saat Kenan baru saja dilemparkan kembali ke dunianya saat Aeera memutus hubungan antara penyihir dan makhluk panggilannya.

”Kenan ...” suara Tuan Pedang, hologram itu meredup dan hampir hilang.

Waktu terdistorsi dan semua yang ada di sekeliling Kenan tak bergerak.

”Aku sudah kehabisan semua energiku. Jiwaku mulai pudar, selanjutnya aku serahkah sepenuhnya padamu.”

”Tuan Pedang ... Tidak!”

BRUSH! Hologram lelaki itu pudar dan berganti percikan energi hingga hilang diterpa angin, dan dengan itu semua yang ada di sekitar Kenan bergerak.

Kini, Kenan harus berjuang sendiri. Tuan Pedang sudah mempercayakan peperangan terakhir ini padanya.

Aku adalah Kenan Kalandra! Kali ini, aku akan menyelamatkan Aeera!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!