Aku Datang, Aeera!
Kamu Sudah Membuatku Marah 35
Kenan heran, pedang itu muncul di depannya dan berbicara seolah-olah dia adalah pasangan yang serasi untuknya. Katanya, bersama-sama kita akan hancurkan kekuatan monster dan iblis? Yang benar saja! Kenapa yang bersemangat pedangnya?
”Apa aku bisa mempercayaimu? Jangan-jangan kalau aku memakaimu, aku akan meledak seperti monster sebelumnya?” Kenan mengerutkan keningnya. Dia harus waspada, di dunia ini, tidak banyak orang yang bisa dipercaya. Apalagi, dia pedang yang katanya tidur ribuan tahun?
”Kenapa kamu tidak percaya padaku? Energimu yang jatuh ke bumi, membuat ikatan yang memenjarakanku terlepas. Serangan dari monster sebelumnya yang mengenaimu telah membebaskanku!” pedang itu menjelaskan.
Kenan berpikir sejenak.
Tidak masalah juga memiliki sebuah senjata yang punya ego dan bisa bicara, bukankah banyak film di dunianya juga memperlihatkan senjata yang punya kekuatan dan bisa bicara. Seperti film saat dia kecil, Canon dan Pedang Naga Hijau. Ah! Benar juga.
”Baiklah, kita sepakat. Apa perlu kita buat kontraknya?”
”Kontrak?” Pedang Halilintar itu dalam jiwa pedang mengerutkan keningnya.
”Dari mana kamu belajar bernegosiasi dengan kontrak?” tanya Pedang itu lagi.
”Mau tidak?” tanya Kenan.
”Baiklah, baiklah! Atur sajalah, kau panitianya.”
Ha.. ha.. ha.. Kenan tertawa, disaat para monster di depan mereka sudah kehabisan kesabaran. Kode teriakan dari Cyton memecah kesunyian dan seluruh pasukan monster diperintahkan untuk menyerang sembilan manusia itu dan bunuh mereka semua tanpa sisa. Tentunya, rebut pedang yang bisa membahayakan kelangsungan hidup para monster.
Sebelum pedang itu mampu menjadi senjata yang berbahaya, bunuh selagi pedang itu masih belum memiliki kemampuan yang hebat.
SERANG!
Wosh! Wosh!
”Teman-teman! Ayo kita hadang mereka semua. Jangan takut! Sekarang aku sudah memiliki Pedang Halilintar ini. Kita pasti akan memenangkan pertempuran ini!”
Komando diberikan oleh Kenan dan semua timnya menjadi bersemangat, pedang yang mereka cari sudah mereka dapatkan. Sekarang hanya tinggal menggunakan kemampuan pedang tersebut.
Kenan mengambil pedang menyala itu, memegangnya dengan penuh semangat. Pedang Halilintar itu mengalirkan energi yang kuat ke tangan Kenan dan seluruh tubuhnya.
”Aku merasakan tubuhku bertenaga!” kata Kenan.
Di sisi lain Aeera merasakan energinya juga melimpah. Aeera berbagi energi dengan makhluk panggilannya, dia mampu menilai dengan kekuatannya, energi mana divine yang dimilikinya melimpah.
”Semangat semuanya!” teriak Aeera, dia tersenyum dan mengarahkan energi kepada tujuh orang di depannya. Aeera punya ide, dia memberikan energi yang melimpah berupa healing dan juga memberikan buff energi agar kekuatan rekan-rekannya menjadi lebih kuat.
Wosh!
Apa ini!
Apa ini!
Energi menjalar dari tongkat Aeera dan mengalir menembus tubuh rekan-rekannya. Semua merasakan energi yang melimpah, rasa lelah sembuh dan energi mereka menjadi pulih bahkan lebih kuat lagi.
Kini, tim Aeera yakin bahwa kemenangan ada di tangan mereka.
”Saatnya untuk membersihkan para Monster!” teriak putri Kalya dan membentuk panahnya menjadi pedang. Saatnya untuk bertarung habis-habisan.
BOOOM!
WOSH!
Pertarungan dahsyat tak bisa dihindari. Mungkin, hanya kematian yang bisa menghentikan pertarungan mereka. Ledakan di setiap sudut pertarungan tercipta, para monster terhempas entah sudah ke berapa kali meledak karena pedang yang dipegang Kenan. Kenan meliuk dan melayang di udara, menghempaskan puluhan bahkan ratusan para monster sekaligus. Dia seperti orang kerasukan, bersemangat dan membelah para monster dengan energi pedangnya.
”Ini hebat bukan? Padahal, aku belum mengeluarkan seluruh kekuatanku!” kata Pedang Halilintar sombong.
”Jangan berlagak, jika bukan karenaku. Kamu juga tidak bisa bertarung bukan? Jadi, kita memang harus menyatukan kekuatan kita!”
”Hah, bolehlah!” Pedang Halilintar mendengus.
Mereka baru saja bertemu dan bertarung bersama, tapi mereka seperti sudah sangat akrab. Hal itu karena, mereka sama-sama punya tujuan yang jelas. Membersihkan para monster, tapi di sisi lain, Pedang Halilintar punya misi tersembunyi.
Dia bisa bebas dan kembali ke wujudnya sebagai manusia, jika misinya tercapai. Membebaskan dunia ini dari monster dan iblis.
CYTON!
Kenan melihat ke arah Cyton yang masih melayang di belakang, tubuhnya bersayap dan memiliki paruh seperti burung. Kenan tak bisa membiarkan makhluk itu, dia telah menyakiti Aeera. Kenan melesat ke arah Cyton.
Cyton kaget, dia melihat Kenan melesat ke arahnya. Dia tahu kekuatan manusia itu, dia mampu mengalahkan Shodam. Jadi, Cyton sudah siap dengan ultimate kekuatannya.
”Meledaklah!” teriak Cyton dan energi besar meledak di sekitarnya yang membuat Kenan tertahan dan tak bisa bergerak di udara.
Apa ini.
BOOOOM!
Energi panas dan bercahaya membuat Kenan tak bisa bergerak sama sekali.
”Kamu memang hebat, manusia panggilan! Namun, kekuatan rahasia yang aku kuasai adalah mengendalikan medan domain dengan jarak dekat. Kamu sudah terjebak dalam domain milikku, kamu masuk jebakan. Jika kamu sudah tak bisa bergerak, maka artinya kamu akan mati di tanganku!”
WOOOONGG!
Pedang energi menyala keluar dari tangan berbulu Cyton, pedang itu sangat tajam dan memiliki energi gelap yang mengitarinya. Cyton mengarahkan pedangnya dan bersiap menerjang ke arah Kenan.
”Banggalah karena mati di tangan Cyton, sang penguasa tujuh beast yang legendaris. Menyesallah pada kesalahanmu sendiri karena masuk dalam jebakanku!”
WOOOSHHH!
Kenan melihat energi pedang semakin dekat, dia sulit bergerak. Kekuatan pengekang itu mampu membuatnya tak bisa bergerak.
”Tenang saja, Kalandra! Eh, namamu Kalandra bukan? Sepertinya, gadis itu memanggilmu tuan Kalandra. Ada aku, jadi jangan pernah takut pada apapun, bukankah aku keren?” kata Pedang Halilintar.
”Kamu terlalu banyak bicara, cepatlah! Kita akan mati jika kelamaan!”
”Ah, anak muda sekarang, memang tak bisa menunggu. Selalu tergesa-gesa, itu tak bagus anak muda!”
Sial! Bahkan di saat kematian sudah dekat, pedang itu masih saja bicara tak karuan!
”Cepatlah!”
Wosh!
Pedang Cyton tinggal satu meter, dan Pedang Halilintar sudah menunggu waktu yang tepat. Kenan masih belum bisa bergerak, dia penasaran apa yang akan dilakukan Pedang Halilintar.
Sekejep kemudian, saat pedang hampir mengenai tubuh Kenan. Energi meledak dari Pedang Halilintar dan menyebabkan domain kekuatan Cyton ikut hancur.
Prang!
Domain yang mengitari Kenan dan Cyton pecah dan hancur, domain kekuatan Cyton Hancur. Cyton bahkan terpental mundur.
Ini tidak mungkin! Cyton kaget. Namun, saat rasa kagetnya belum sempurna. Kenan melesat dengan pedangnya dan sudah berada di depannya. Kenan tersenyum dan menyabetkan pedangnya dengan energi yang kuat.
”Salahkan dirimu sendiri yang terlalu melebih-lebihkan dirimu, monster durjana!”
BOOOOM! BRUSH!
AAAAAHHHH!
Pasukan monster kaget, pemimpin mereka terhempas dan menghancurkan sebuah bukit di bawah. Ledakan besar membuat bukit itu hancur dan mengeluarkan ledakan dan asap tebal karena tanahnya yang hancur.
BOOOOOOMM!
Kenan melayang di udara, pedang masih di tangannya.
”Bagaimana manusia! Apakah kamu baru sadar akan kekuatanku?” tanya Pedang Halilintar.
”Boleh juga ... meskipun sebenarnya, aku masih bisa keluar dari domainnya jika kamu tidak ada. Hanya saja, aku menunggu reaksi dari Pedang Halilintar yang katanya adalah pedang legendaris.”
”Masih aja sok hebat!”
Ha.. ha.. ha.. Kenan tertawa.
”Aku sudah terkurung lebih dari seribu tahun di dasar bumi, dan aku tahu semua hal dan menyerap semua energi yang ada di dunia ini, Bocah! Kamu masih tidak mengakui kekuatanku!”
Ha.. ha.. ha..
Kenan masih tertawa.
BOOOOOMM!
Kenan kaget dan melihat ke arah jatuhnya Cyton. Tangan raksasa keluar dan mencengkeram tanah, ledakan besar terjadi. Dua tangan, dan kepala raksasa mulai keluar dari tanah. Monster yang sangat besar.
Cyton muncul dengan ultimate kekuatannya sebagai seorang Monster dan pemimpin Beast. Dia mengamuk.
”Kamu sudah membuatku sangat marah, manusia!”
BRUSH!