Aku Datang, Aeera!
Tuan Kalandra Tak Bergerak Lagi? 33
”Serangan ketiga, Kerbau kurus! Gunakan semua kekuatanmu!”
Kenan menantang dan membuka kedua tangannya, dia benar-benar menantang serangan terakhir Shodam untuknya.
Shodam kesumat, semua tak menyangka jika Kenan masih hidup meskipun tubuhnya penuh luka. Aeera tak tega melihat tuan Kalandra diserang tanpa bisa melawan.
Langit menjadi gelap sepenuhnya, energi matahari menyala seperti gerhana. Matahari menjadi gelap dan memberikan energi gelap ke tubuh Shodam. Tubuh Shodam mengeluarkan energi yang besar. Shodam sudah dipermalukan, dia tak peduli jika tubuhnya hancur karena efek pil iblis. Ras Iblis sudah dipermalukan, ini tentang harga diri ras iblis.
Shodam bertaruh dengan serangan terakhirnya, mati atau menghancurkan tubuh manusia itu. Jika dia mati maka itu sudah menjadi keputusannya sendiri.
Wooossshh!
Energi semakin pekat memasuki seluruh tubuh Shodam, tubuhnya membara. Energi itu benar-benar membuat kekacauan dan angin yang saling bertabrakan. Mata sulit melihat karena energi ultimate terakhir sedang dipersiapkan oleh Shodam.
”Aku akan bertaruh, manusia! Jika kamu hancur, maka salahkan dirimu sendiri. Namun, jika kamu bisa bertahan maka bisa jadi, kamu adalah seorang manusia yang bisa menyaingi rajaku, Horus!”
Kenan tersenyum, ”Datanglah, aku sudah siap, Shodam si kerbau botak!”
Energi terpusat dari tubuh Shodam, mengalir dan menjadi lebih memadat di tangan Shodam yang memegang palu yang menjadi kebanggaannya. Energi sudah terkumpul, malam dan siang seolah berputar sangat cepat dan mengelilingi energi membara yang saling memadat di sekitar tubuh Shodam.
Energi terkumpul.
”Hancurlah, manusia sombong!”
Shodam melesat dengan kekuatan tinggi, Kenan melihat serangan mematikan itu. Dia tak lagi takut pada intimidasi, tak lagi takut pada semua hal yang membayangi hidupnya. Dia mengarahkan kedua tangannya ke atas dan menghadang serangan ultimate terkuat dari Shodam.
”Minotour Saga Ultimate Legendaris!”
Teriakan Shodam diiringi sambaran energi yang membuat mata sulit melihat, angin yang kacau bertabrakan dan semua mata melihat energi berbenturan sangat kuat. Bahkan, pasukan monster mundur ke belakang agar tak terkena gelombang energi serangan Shodam yang kuat.
BOOOOOM!
BOOOOOOOOOOM!
BOOOOOOOOOOOOOOOMMMMM!
Energi meledak-ledak, tekanan terus bergelombang membesar dan menghempaskan apapun. Aeera masih dalam cengkeraman tangan Cyton yang dipenuhi energi untuk menekan leher Aeera.
”Makhluk panggilan kesayanganmu itu, pasti mati! Aku sendiri mungkin akan terluka parah jika terkena serangan mematikan hidup dan mati kekuatan akhir dari Shodam!” kata Cyton sambil melihat pendar-pendar energi yang menghancurkan tanah yang dipijak Kenan.
BOOOOM!
Tanah berhamburan seperti lava karena letusan gunung berapi, menciptakan gelombang energi yang semakin masuk lebih dalam ke tanah. Energi itu semakin ke dalam tanah dengan kedalaman tinggi dan kehancuran total terjadi.
BOOOOOOOOMMM!
Ledakan selesai, kabut mulai menghilang dan tampak melayang di udara, Shodam yang terlihat kelelahan. Tubuh Shodam terluka dan dia terlihat kepayahan, dia telah menguras semua energi iblisnya hingga ke taraf ekstrem. Itu adalah pertaruhan harga diri seorang iblis, jika dia tak bisa menahan kekuatannya lagi, bisa jadi dia akan musnah dengan kekuatan ultimate yang sudah dikeluarkannya. Dia sudah mengambil resiko.
Namun, Shodam penasaran, apakah manusia panggilan itu sudah hancur?
Cekungan raksasa terbentuk, menyisakan asap tipis yang menutupi lubang raksasa karena serangan terakhir dari Shodam. Shodam masih penasaran, dia harus melihat sebelum kematian datang padanya. Ini pertaruhan terpenting dalam hidupnya, dia harus tahu apakah manusia itu hancur atau masih bertahan?
Sosok tubuh mulai terlihat, sebagian besar tubuhnya tertutupi tanah. Separuh tubuh Kenan masuk ke tanah, dan dia berada di kedalaman tanah. Tubuh Kenan terlihat tak bergerak, kedua tangannya masuk ke dalam tanah. Dia tak bergerak sama sekali.
”Tu ... Tuan Kalandra!” jerit Aeera, dia tak bisa menahan dirinya dan berusaha lepas dari cengkeraman Cyton. Namun, dia tak kuasa.
”Kumohon tuan Kalandra, jangan mati ... aku menyesal telah memanggilmu. Semua ini karena aku ...!”
Airmata Aeera tak bisa tertahan, dia menangis.
Langit sendu, tujuh orang yang membersamai pencarian Pedang Halilintar yang legendaris hanya bisa terdiam. Apakah dengan kekalahan Kalandra sang makhluk panggilan, perjuangan mereka tak lagi berguna? Apakah mereka benar-benar tak memiliki harapan untuk bisa bebas merdeka dari perbudakan iblis dan monster?
Apakah semua ini sia-sia?
Namun, ada satu orang yang maju ke depan, di antara tujuh orang yang melindungi Aeera. Dia maju, dan dia adalah Sera. Dia terus berjalan mendekati arah cekungan raksasa yang menghancurkan Kenan.
”Ada apa manusia! Apakah kamu mengira masih ada harapan bahwa makhluk panggilan itu akan bangun?” Cyton menghina Sera.
Dan ... mata Sera menyala saat keheningan semua makhluk tertuju apakah Kenan masih bertahan hidup. Sera mempersiapkan energi di tangannya, apa yang akan dia lakukan.
Dan suara teriakan bersamaan dengan gerakan cepat Sera, kode diberikan dan Sera melesat cepat ke arah Cyton.
”Sekarang saatnya, Sera! Selamatkan Aeera!”
Teriakan itu berasal dari Kenan. Apa yang sebenarnya terjadi?
***
Kode sebelum ledakan serangan Shodam.
Saat energi serangan Shodam datang, Kenan melihat ke arah Sera. Dia mengangguk dan memberi kode dengan tangannya. Dia memberi kode dengan menunjuk jarinya ke Aeera, selamatkan Aeera saat kodenya kubuat. Begitulah pesan terakhir Kenan dengan jarinya. Sera puh paham.
***
”Selamatkan Aeera!” teriakan Kenan bersamaan dengan ledakan dari bawah Cyton. Itu adalah ... sebuah tangan yang melesat memanjang dan memukul Cyton dengan cepat.
BRUSH! Bug!
Tangan siapa itu?
Kenan di dalam cekungan tersenyum, untung saja dengan sisa energi yang dimilikinya dia teringat sebuah film yang pernah ditontonnya. One Dream, berkisah seorang bajak laut yang berpetualang bersama timnya, dia memiliki kemampuan karet yang bisa memanjangkan bagian tubuhnya, jadi dia terinspirasi dari hal itu.
Saat ledakan terjadi, dia sengaja masuk dan tenggelam dalam tanah, menembus tanah dengan tangannya dan mencapai di bawah Cyton. Tujuannya meninju Cyton dan memberi kesempatan Sera untuk menyelamatkan Aeera.
”Sekarang, Sera!”
Pukulan kuat dari tangan Kenan yang muncul tiba-tiba tidak diduga oleh Cyton dan mengenai dagu Cyton. Pukulan kuat itu menghempaskan Cyton dengan kuat. Cyton terpental dan membuat energi yang menahan tubuh Aeera lepas. Saat itulah, Sera melesat dan menangkap Aeera dan melesat ke sisi rekan-rekannya.
Misi berhasil.
Kenan menarik kembali tangannya dan dirinya bangun dengan cukup sulit, mana divine yang tersisa sangat tipis. Namun, dia segera memulihkan energinya karena Aeera terlepas dan dapat berbagi kembali mana energi dengan Kenan.
Kenan mulai pulih dan bangkit, dia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
”Sungguh tersiksa membiarkan diserang tanpa bisa melawan. Saat borgol sudah dilepas, makhluk terkuat akan kembali beraksi. Saatnya pahlawan beraksi kembali!”
Aeera tak bisa menahan rasa gembira melihat tuan Kalandra bangkit kembali.
Kenan melihat Shodam yang terlihat kepayahan di atas, saatnya mengakhiri pertarungan. Kenan tak bisa membiarkan Shodam. Dia melesat dari tanah, dorongan kuat menekan tanah dan dirinya melesat terbang.
WOSH!
”Saatnya membalas, istirahatlah dengan tenang, Shodam!”
Energi pukulan raksasa melesat dan menghantam tubuh Shodam dengan kuat. Dan, tubuh Shodam meledak di udara. Kenan melewatinya.
Kenan tak bisa membiarkan ancaman lagi pada Aeera, tak ada belas kasihan untuk penjahat. Mereka akan melakukan kejahatan lagi jika dibiarkan hidup. Selamat tinggal, Shodam. Kejahatanmu sudah cukup di dunia ini.
Kenan melayang di udara dan melihat pasukan monster yang tersisa.
Cyton melayang di depan pasukannya. Dia mulai gemetaran, semua triknya digagalkan. Apakah perlawanan mereka sampai di sini saja?
Tak ada cara lain, Cyton mengeluarkan dua item yang sudah didapatkannya dengan menyandera penyihir wanita itu. Dua item itu harus dihancurkan agar tidak ada peluang bagi manusia untuk memiliki senjata legendaris yang mereka cari.
Benar!
Cyton mengeluarkan energi dan membenturkan kedua item itu agar hancur.
Tidak! Tim Aeera tidak menduga apa yang dilakukan monster itu.
BOOOOOOOMMM!
Mereka terlambat, energi besar meledak dan membuat Cyton mundur menjauh.
Apakah sudah hancur?
Ha.. ha.. ha..
Cyton tertawa.
”Sekarang, kalian tidak punya harapan lagi!”
Ada sisa energi dari ledakan dua item yang dihancurkan Cyton. Energi itu awalnya kecil dan membesar, membesar dan terus membesar.
Apa yang terjadi? Semua kebingungan. Energi besar itu tiba-tiba masuk ke dalam tanah dan membuat ledakan besar.
BOOOOOM!
Semua orang mundur termasuk Kenan. Apa yang terjadi?
Dari dalam tanah, keluar energi besar dan diselubungi energi yang mengelilinginya. Itu adalah sebuah pedang besar yang menyala.
Apakah itu pedang halilintar yang dicari?
”Ha.. ha..ha...!”
Pedang itu tertawa?
”Akhirnya aku bebas, sudah seribu tahun lebih aku terkurung. Aku bebas, akhirnya aku bebas!”