Aku Datang, Aeera!

Serangan Shodam Dimulai 32

”Kamu menghinaku, Cyton!” teriak Shodam. Dia marah karena dipermainkan untuk menyerang makhluk panggilan itu dengan tiga serangan. Harga diri Shodam dipermainkan, setidaknya jika pasukannya masih ada maka dia akan menghancurkan kesombongan pasukan monster.

”Aku cukup baik padamu, Shodam! Aku mengingat persahabatan kita dalam membagi wilayah yang sudah disepakati bersama. Kini, kamu sudah tidak memiliki pasukan, bahkan kamu hampir saja dibunuh oleh seorang manusia. Jadi, aku memberimu kesempatan dan menolongmu untuk menghancurkan manusia itu dalam tiga serangan. Bukankah aku seorang teman yang baik hati?”

Sialan! Shodam menggerutu. Apa yang dikatakan Cyton memang benar. Dia diselamatkan, tapi sungguh wibawa pasukan iblis benar-benar diremehkan oleh Cyton. Kali ini, dia benar-benar menang. Shodam mengepalkan tangannya, dia mengakui kekalahannya kali ini.

Namun, Shodam tak punya pilihan kecuali menuruti pasukan monster.

”Ayo, serang manusia itu dengan tiga serangan terkuatmu yang tersisa, Shodam! Hancurkan dia, jangan sampai membuat pertunjukkan ini membosankan!”

Cyton tertawa diikuti pasukannya, mereka benar-benar menghina Shodam.

”Dan kamu manusia, jangan berani melawan dan tahan saja serangan dari Shodam. Jika tiga serangan kamu masih bisa bertahan, maka aku akan membebaskan semua temanmu! Dan semua manusia dan elf, kalian tidak boleh ikut campur. Jika kalian bergerak, maka gadis ini akan aku hancurkan!”

Tawa Cyton membahana diikuti semua pasukannya, mereka merasa ini pertunjukan yang sangat menarik.

Tidak! Memang para monster sangat buruk. Tim yang dibawa Aeera semuanya mengutuk apa yang dilakukan Cyton dan pasukannya.

Sialan!

Kenan memejamkan matanya sejenak. Ada pemahaman mendalam dari semua ini, semua hal yang sudah terjadi dalam hidupnya. Muara semua masalah dan semua hal yang dilaluinya. Kini, dia mengerti segalanya. Dimanapun tempatnya, kekuatan dan egoisme makhluk menjadi masalahnya. Mereka ingin lebih kuat, lebih  diakui, dan merasa sombong akan hal itu.

Kenan membuka matanya, menatap langit.

Dimana pun tempatnya ... akan ada orang yang jahat. Kali ini, Kenan paham. Ibunya yang selalu mendukungnya dan mencintainya. Kenan terbayang wajah ibunya, wajah ibunya tersenyum di antara mendung.

Ibu ... aku akan kuat. Aku berjanji padamu, jika aku masih memiliki waktu, aku akan membuatmu tersenyum. Aku tidak akan membiarkan airmatamu menetes lagi. Dan kini ... Kenan akan menghadapi segala masalah di dunia Aeera. Jika Kenan bisa menghadapi ini semua. Kenan akan pulang ...

Ya, aku akan pulang. Batin Kenan. Dia sudah memantapkan niatnya. Ini bukan dunianya, Kenan harus kembali.

Namun sebelum itu semua, Kenan harus menyelamatkan Aeera dan dunianya. Benar!

Kenan tersenyum lagi dan lagi, sekarang dia adalah pahlawan. Jadi, jangan pernah berharap pahlawan akan pulang sebelum menang.

”Kenapa kamu tertawa! Apakah kamu menyadari bahwa kematianmu sudah dekat!” teriak Cyton keheranan.

”Mulai saja serangannya. Aku akan menahannya monster jelek! Kamu itu seperti jerapah yang belum makan seharian!”

”Apa kamu bilang!” Cyton marah, ”Shodam! Serangan dia dengan serangan terkuat. Tiga serangan dan itu akan menentukan apakah kamu layak mendapatkan satu item yang aku janjikan!”

Shodam terlihat marah, lagi-lagi dia disuruh oleh monster itu. Sungguh menjengkelkan.

Energi kuat menyala di tangan kanannya, energi api yang hitam membara memenuhi seluruh tubuhnya. Ultimate dipersiapkan, dia marah dan akan melampiaskan pada manusia gondrong yang sudah menghancurkan semua pasukannya.

”Teman-teman semua, aku pasti akan bertahan. Kalian jangan bergerak dan biarkan aku menyelesaikan tiga serangan Shodam! Percayalah padaku.”

Kenan meyakinkan teman-temannya dan tersenyum, terakhir dia melihat Aeera yang meneteskan airmatanya. Kenan tersenyum dan mengangkat tangannya, jempolnya terlihat ke arah Aeera.

Percayalah padaku, aku baik-baik saja.

Shodam sudah tak tahan, ultimate serangan pertama. Energi membesar dari tubuhnya yang setinggi tiga meter. Ukuran terkecil bagi Shodam dan kekuatannya sudah mencapai puncaknya. Kedua tanduknya menyala.

”Matilah manusia!”

Shodam mengepalkan tangannya, energi membesar dan melesat dengan kekuatan penuh ke arah Kenan di udara. Kenan menggunakan energi di tangannya, menahan serangann itu dengan mana divine energi yang tersisa.

Tuhan! Kini aku mengerti. Dunia ini kau ciptakan untukku, agar aku belajar.

Cahaya menyala di depan Kenan, matanya melihat cahaya serangan yang kuat dari pukulan Shodam.

BOOOOMM!

Energi tipis yang menghalangi serangan Shodam retak, Kenan tak lagi bisa menahannya. Perisai itu hancur.

Crak!

Energi penghalang pecah, dan pukulan Shodam menghantam kepala Kenan dengan kekuatan penuh. Serangan itu mementalkan tubuh Kenan ke tanah dengan benturan yang sangat kuat dan membuat bumi bergetar. Bumi bergetar.

Putri Kalya ingin bergerak membantu, tapi dia tahu jika bergerak maka Aeera dalam bahaya. Lelaki itu telah berkorban untuk menyelamatkan mereka semua. Tak satu pun dari yang sanggup melakukannya. Rasya dan Rania hanya bisa gemetaran tak bisa membantu. Mereka semua tak bisa berbuat apa-apa saat Kenan dihancurkan dan membentur tanah, asap mengepul begitu banyak. Mereka menunggu sambil memulihkan kekuatan mereka, berharap ada keajaiban dan mereka akan langsung bertindak.

Lubang raksasa tercipta, asap mulai menipis. Semua orang menunggu.

Ada gerakan kecil, Kenan menggenggam tanah, dia bangkit meskipun kesulitan. Ada darah yang menetes dari tangannya. Kenan tersenyum, aku masih bisa bertahan.

Penyiksaan saat sekolah sudah terlalu lama menyiksanya, dia sudah terbiasa dengan rasa sakit. Namun, sakit kali ini cukup parah dirasakannya. Kenan bangkit berdiri kembali.

”Ayo Shodam, slotmu masih kurang dua lagi. Apa pukulanmu seperti pukulan semut!” Kenan tersenyum lagi, melihat teman-temannya dan menganggukkan kepalanya.

Apa itu sebuah kode.

Shodam marah, kali ini dia dipermalukan kembali oleh manusia. Sebelumnya dipermalukan oleh Cyton. Shodam tak terima dia harus menyerang dengan kekuatan penuh kembali.

Energi meluap dari tubuh Shodam. Dia memunculkan senjata palu energinya lagi, senjata itu dibentuk dari energi.

”Jangan panggil aku Shodam jika tak bisa menghancurkan tubuhmu, manusia sombong!”

Langit terlihat gelap, energi palu terisi penuh dengan kekuatan energi membara. Energi dari langit menyambar senjata Shodam. Dia menyerang dari atas dan seperti meteor jatuh menghantam Kenan yang bertahan di atas tanah.

Kenan menggunakan energi yang tersisa, penghalang tercipta. Kali ini, Kenan akan bertaruh bahwa dirinya bisa menahan serangan kedua dari Shodam.

”Hancurlah!”

WOSH! Angin terlihat bertiup kencang dan berhembus dahsyat.

Serangan palu energi datang, Kenan menahan serangan itu. Benturan energi tercipta.

BOOOOOMM!

Palu masih menekan energi penghalang Kenan, semakin masuk dan akhirnya penghalang hancur. Palu membesar dan menghantam tubuh kenan di bagian perut. Kenan terhempas begitu kuat, memantul di tanah dan menciptakan ledakan di setiap tanah yang ditemuinya. Tubuh Kenan membentur sebuah bukti dan bukit itu meledak.

BOOOOMMM!

Semua mata melihat hal itu, tim Aeera tak tahan lagi. Mereka melihat tuan Kalandra disiksa, terutama Aeera yang tak bisa menahan tangisnya.

”Tuan Kalandra!” suara Aeera tak bisa ditahannya.

Apakah makhluk panggilan itu sudah berakhir?

Ha.. ha.. ha.. Cyton tertawa puas.

Shodam mulai mengatur napasnya, dia menghabiskan banyak energi. Bahkan energi dari pil iblis sudah mulai menggerogoti tubuhnya. Dia tak bisa menahan kekuatan iblisnya itu lebih lama.

Suasana sepi, angin bertiup pelan membuat suasana setenang aliran sungai yang tenang.

BOOOM!

Ketenangan itu berakhir, Kenan muncul kembali dari reruntuhan bukit. Dia terlihat tertunduk dan memegang tangan kanannya yang terlihat terluka. Dia melayang di udara kembali dan tubuhnya penuh dengan luka.

”Maafkan aku mengecewakanmu, Kerbau kurus! Bukankah tadi kamu bilang jika seranganmu gagal, jangan panggil Shodam! Aku panggil kau, Kerbau kurus! Ha... ha.. ha..!”

Tidak mungkin!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!