Aku Datang, Aeera!
Percayalah Padaku 19
Semua makhluk di dunia sihir tahu, ada dua benua besar yang ada dalam peta mereka. Benua Toman yang dikuasai raja iblis, dan Benua Eudor yang dikuasai raja monster. Dan, salah satu keunikan dari kekuatan Iblis dan Monster adalah, jika Iblis mengecilkan ukuran tubuhnya mereka akan menjadi kekuatan terkuat mereka. Sedangkan, jika monster mereka semakin besar bentuknya. Maka, kekuatan mereka bisa berkali lipat menjadi ultimate kekuatannya.
BOOOMMMM!
Gunung yang besar itu hancur, serangan pukulan Regius yang cepat menghempaskan Kenan dan terpental jauh. Gunung yang ditimpa tubuh Kenan hancur.
”Tuan ..., Kalandra ...!”
Bruk!
Kedua lutut Aeera jatuh ke tanah. Harapan sudah hancur jika tuan Kalandra kalah. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Aeera. Selama ini, dia tidak memiliki siapapun yang membuatnya menjadi percaya diri. Hanya tuan Kalandra. Jika tuan Kalandra kalah, maka lebih baik Aeera tidak ada lagi di dunia ini.
Yuhas memegang pundak kanan Aeera dan menenangkannya.
Regius tertawa terbahak-bahak dengan keras. Kini, dia merasa memiliki energi penuh dengan transformasi terkuatnya.
”Cepat serahkan Kompas Emas itu, wahai para Elf! Cukup sudah kesabaranku. Aku akan melumat kalian semua dengan kehancuran yang tak menyisakan satupun bangsa Elf!”
Mata Regius menatap para Elf. Semua ras Elf dan para prajurit gemetaran. Namun, tidak bagi putri Kalya. Dia siap untuk mati untuk bangsa Elf.
”Genio, tolong jaga ratu untukku. Aku akan melawan Regius.”
”Tidan tuan Putri, biarkan aku yang memperlambat Regius. Tuan Putri lebih baik lari dan menjaga sang Ratu!”
”Tidak Genio, aku yang akan melawannya!”
”Tidak tuan Putri, saya siap mati untuk ras Elf!” kata Genio sambil menyatukan dua tangannya ke depan, dan berharap tuan Putri mengizinkannya berkorban.
”Dengarkan perintahku, Genio! Ini adalah perintah! Aku adalah ratu sekarang, semua perintah atas namaku. Ratu sedang tak bisa memberi perintah. Dan, aku sudah dinobatkan untuk menggantikannya!”
Kalya maju ke depan, dia mencabut pedang di pinggang kirinya. Busur panah milik Kalya diputar dan membentuk pedang yang lebih panjang untuk mata pedangnya. Kalya memegang dua pedang yang berukuran berbeda untuk mata pedang. Kalya ingin menggunakan semua kekuatannya. Saatnya untuk menghadapi Regius.
”Kalian pikir bisa menghadapiku! Majulah kalian semua!”
Kata-kata Regius benar-benar dipenuhi dengan kesombongan. Kalya bergerak dengan cepat, kecepatannya sangat baik. Kalya memiliki kekuatan lain selain serangan jarak jauh, kecepatannya seperti kilat.
Woooshh!
Klang!
Regius kaget, kecepatan wanita Elf itu cukup cepat. Pedang di tangan kirinya mencoba menyambar tubuhnya. Regius menahannya dengan tangannya yang ditutupi armor menyala merah kehitaman.
Percikan energi berpendar.
Klang! Klang!
Kecepatan dilepaskan Kalya, dia memutar tubuhnya, bergantian menghantamkan pedangnya yang memiliki ukuran berbeda. Serangan beruntun, belakang dan depan, samping kanan dan kiri. Kecepatan tinggi dilepaskan. Regius cukup kewalahan dan menahan serangan Kalya. Dia tak menyangka ada seorang Elf yang mampu menggunakan kecepatan yang cukup cepat.
”Jangan sombong, Regius! Luasnya langit tidak bisa kamu ukur dengan kesombonganmu!”
Klang! Klang!
Kalya bersemangat menyerang terus menerus, ribuan kilatan pedang terus menghujani Regius. Tinggi Regius sekitar tiga meter sekarang, jadi Kalya dapat menjangkau seluruh tubuh Regius. Dia terus bersemangat, mencari celah. Dia yakin bahwa kekuatan yang sudah dilatihanya selama lebih dari saratus tahun. Belajar tentang kecepatan tidak membohongi hasil.
Kalya telah melakukan latihan tertutup dan melatih kecepatannya. Dan, dia mencapai target karena tidak ada seorang pun di seluruh bangsa Elf yang belajar kekuatan Assassin selain hanya belajar sihir dan serangan jarak jauh.
Duag! Booom!
Regius menghindari serangan Kalya.
Wooossh!
Kalya menghilang ke langit, Regius kaget karena serangan berakhir.
Dari atas, Kalya mempersiapkan dua pedangnya. Memutar kedua pedangnya tersebut. Bersalto ke atas, kepalanya di bawah dan menggunakan kedua pedangnya.
”Thousand shadow!”
Wooooshh!
Saatnya mengakhiri iblis sombong itu. Kalya menerjang dengan kecepatan tinggi, kecepatan super cepat seperti halilintar yang menyambar cepat.
Dari jauh, Genio dan bangsa Elf kaget. Tuan putri mereka, Kalya telah menjelma menjadi petarung super cepat dan kuat. Mereka dulu mengira bahwa Kalya selalu bermalas-malasan dan bersedih di ruang pelatihan tertutup. Hal itu karena, sang Ratu sedang sakit tak sadarkan diri untuk waktu yang hampir seratus tahun lamanya.
Kini, mereka tahu bahwa Kalya melakukan pelatihan tertutup dan bukan bersedih. Putri Kalya telah mengambil jalan sebagai seorang pejuang, berlatih keras, memikul tanggungjawab di pundaknya untuk melindungi bangsa Elf dari kemusnahan.
Dia adalah sang putri yang hebat!
Woooossh!
Kilat menyambar-nyambar. Bayangan senjata, kilauan dari ribuan kilatan pedang mengarah ke Regius dengan serangan memekakkan telinga, dan membuat nanar mata yang memandang.
Kalya melewati tubuh Regius dan serangan kilatan pedang menghancurkan seluruh tubuhnya.
”Akulah, putri bangsa Elf. Kami akan mengalahkan semua iblis!”
Brush! Booom!
Serangan kuat, Kalya melompat dan memutar pedangnya. Sudah berakhir! Dari arah Regius, asap masih mengepul. Latihannya membuahkan hasil, pelatihan tertutup selama seratus tahun dan keluar untuk mengatur dan melihat kondisi bangsanya. Itu tidaklah sia-sia.
Slap! Slap!
Ada energi kuat dari dalam asap yang masih mengepul. Semua kaget.
Tidak mungkin!
Ha.. ha.. ha...!
Tawa menggelegar terdengar, energi kehitaman membuyarkan asap yang tersisa. Regius masih hidup, ada beberapa luka yang menggores armor apinya yang kini membara.
”Aku tidak menyangka! Aku mendapatkan perlawanan yang cukup hari ini. Aku akui! Aku belum pernah mengalami sensasi bahagia seperti ini. Aku begitu bersemangat!”
Woooossshh!
Regius menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, kekuatan energi mengelilingi tubuhnya. Dia akan menggunakan kekuatannya lagi.
Tangan Kalya gemetar memegang kedua pedangnya. Dia tak menyangka bahwa kekuatannya belum mampu menggores luka yang dalam bagi Regius. Dia pun bersiap kembali.
”Majulah putri Elf!” teriak Regius.
Kalya menerjang lagi, Regius juga menerjang. Regius menciptakan pedang api dari kekuatannya, dan serangan mereka pun bertemu.
Brush! Klang! Klang!
Kecepatan dan kekuatan ledakan dari pertemuan mereka membuat angin yang bergejolak. Kecepatan serangan Regius kini terlihat mengandung energi kuat, Kalya berusaha mempertahankan kecepatannya. Namun, dia baru sadar bahwa sebelumnya. Regius mengalah dan ingin melihat kemampuan lawannya.
Klang! Klang!
Regius melihat kesempatan Kalya terbuka, dia mempersiapkan tendangan kakinya ke arah punggung Kalya. Kalya tak bisa menghindarinya.
Klang!
Genio datang dan menghadang tendangan Regius, dia datang membantu Kalya. Dia siap mati untuk ratu dan putri Elf.
”Kenapa kamu datang, Genio!” teriak Kalya.
”Aku sudah berpesan pada guardian yang lain untuk melindungi Ratu, jadi kita bisa bertarung bersama, Tuan Putri!”
Klang! Klang!
Berdua lebih baik, Kalya tak bisa melarang Genio. Dia dalam kesulitan. Mereka bertarung melawan Regius yang memiliki kekuatan besar itu.
***
”Putri Aeera, kita harus pergi dari sini,” suara Yuhas memegang pundak putri Aeera.
”Tidak, Yuhas. Semuanya sudah berakhir jika tuan Kalandra kalah di sini. Tidak ada harapan untuk mengalahkan monster dan iblis.”
”Putri Aeera ..., kita harus menyelamatkan diri lebih dahulu.”
”Pergilah tuan Yuhas, biarkan aku di sini.”
Yuhas kehabisan cara, dia pun memilih untuk menjaga putri Aeera. Dia sudah berjanji untuk melindungi putri Aeera.
***
Brush! Booom!
Putri Kalya terpental, serangan pedang Regius mementalkannya. Regius memutar pedangnya, Genio menghadang serangan itu dan terpental. Genio dan Kalya kehabisan energi, mereka turun ke bawah.
Regius mulai turun dari udara, ”Perlawanan yang sia-sia! Bersiaplah untuk kehancuran kalian semua!”
***
Aeera menunduk, perlawanan ini semua sia-sia. Para Elf akan dihancurkan, mereka tak akan bisa mendapatkan Kompas Emas. Aeera menangis dan meneteskan airmatanya.
Tangan Aeera menggenggam tanah, keduanya tangannya gemetaran dan gemetar.
”Tuan Kalandra!”
Teriakan Aeera begitu keras.
”Jika kamu tidak bangun, maka dunia ini akan hancur!”
Teriak Aeera lagi dengan keras, semua mendengar teriakan gadis kecil itu.
***
”Sial! Panas sekali!”
Kenan memegang kepalanya, benturan yang keras. Dia terpental dan menghancurkan sebuah gunung. Ledakan besar terjadi.
”Iblis gila itu benar-benar menyerangku ketika aku belum siap! Jadi dia mau menggunakan kecepatan! Sial! Sial! Belum tahu dia sedang berhadapan dengan siapa!”
”Tuan Kalandra!”
Suara Aeera!
Benar! Kenan harus menyelamatkan dunia ini. Aku adalah, penyelamat dunia ini!
Wooossshh!
***
”Matilah kalian semua!”
Regius mengangat pedangnya ke atas, energi pedang menyala menembus awan dengan cepat. Regius mengayunkan pedangnya, energi itu bersiap menghantam para Elf dan juga Kalya.
Wooosshh!
”Iblis Bodoh!”
Bug!
Saat serangan pedang dilepaskan, sebuah gerakan super cepat menerjang. Serangan kuat dari arah samping menerjang, pukulan keras dilepaskan dan Regius kaget karena tidak siap. Pukulan itu menghantam wajahnya. Kenan telah datang, Regius terlempar dan serangannya buyar kepada para Elf.
”Kamu telah membuatku membara!”
Boooomm!
Regius terlempar dan menghancurkan pepohonan, dia terlempar sangat jauh.
”Tuan .... Kalandra ...!” Aeera tersenyum sambil meneteskan airmatanya.
Kenan melesat ke arah Aeera, dia tersenyum dan mengusap airmata Aeera.
”Aku sudah datang, Aeera ..., percayalah padaku.”