Aku Datang, Aeera!
Aku Mempercayaimu, Sepenuhnya! 18
”Sialan! Siapa yang berani menyerangku tiba-tiba!” suara menggelegar dari Regius, dia mencengkeram kedua tangannya ke tanah. Tanah di sekitarnya meledak.
Booom!
Regius mengelengkan kepala ke kanan dan ke kiri. Pukulan yang mengenainya cukup kuat, dia belum siap sebelumnya. Siapa yang berani melakukan hal itu pada kekuatan elit nomor satu, seperti dirinya? Regius mencari sesuatu, dan dia melihat makhluk melayang dengan pakaian aneh.
”Siapa kamu manusia? Kenapa baumu bukan dari ras manapun?” Regius heran, dia melihat Kenan dan tak mampu merasakan energi ras. Regius memiliki kemampuan, untuk melihat setiap makhluk dari ras berbeda. Dia belum pernah melihat jenis energi yang dipancarkan dari Kenan.
”Apakah kamu sedang bertanya padaku, Iblis jelek! Kamu nanya! Kamu nanya! Gak akan aku jawab. Ha.. ha.. ha..!” Kenan tertawa, sambil menjulurkan lidahnya. Dia merasa sangat senang bisa membuat Iblis Regius marah karena ulahnya.
”Manusia sombong!” Regius benar-benar marah! Dia membuka kedua tangan raksasanya, energi kuat dan angin berhembus begitu kencang. Angin badai mulai terbentuk, menghempas apapun, rambut panjang Kenan berkibar kesana kemari tak beraturan.
Kekuatan yang besar! Namun, Kenan menikmati hal itu. Berbeda dengan yang lain, mereka semua kesulitan untuk menghadang serangan angin itu.
Di sisi lain, putri Kalya tidak mau berdiam diri. Dia mempersiapkan anak panahnya, energi kuat dipersiapkan. Dia tidak mau begitu saja dibantu oleh para manusia dan makhluk panggilan itu, dia mengarahkan serangan panah dengan kekuatan penuh. Saat Regius hendak menepukkan energi dari dua tangannya, serangan dari putri Kalya datang dengan energi terkuatnya.
Wooooshh! Brush! Booom!
AAAAAAAAHHHH!
Serangan energi yang besar mengarah ke tubuh depan Regius, hal itu tidak disadari Regius karena dia fokus hendak menyerang Kenan.
Wooooooossshhh!
Regius terkena serangan panah energi, terdorong mundur sangat keras dan ledakan di tubuhnya terlihat menyebar. Lagi-lagi, Regius terhempas ke belakang. Pepohonan hancur terkena tubuhnya yang besar. Kali ini, Regius bangkit. Dia mengalami dua serangan kejutan sekaligus. Kali ini, dia benar-benar marah.
”Kesabaranku sudah habis! Hancurlah kalian semua!”
Energi dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh Regius, kedua tangannya membara. Api demonic menutupi awan, kegelapan menyelimuti. Dan, dengan cepat, Regius menyatukan kedua telapak tangannya ke depan.
Prak! Brush!
Api yang berkobar-kobar, menggulung bagaikan angin topan, serangan energi api hitam menggulung apapun hingga menuju pohon besar di mana para Elf tinggal. Serangan besar, serangan itu sekaligus mengarah pada kehancurna seluruh pasukan Elf dan juga Aeera. Angin panas bergelombang, udara bertabrakan.
”Menghindar! Serangan kuat itu bisa menghancurkan segalanya!” teriak Genio. Musuh sudah mengamuk, serangan Regius itu berniat menghancurkan apapun yang terkena serangan api hitamnya.
Serangan datang, keadaan menjadi gelap dan serangan itu ditahan oleh makhluk bersayap dan berbentuk kuda.
”Tahan Haidan!” teriak Yuhas, makhluk panggilannya adalah Haidan yang memiliki tanduk, bentuknya seperti kuda besar bersayap.
Haidan muncul dan menerjang arah serangan dari Regius, menahannya dengan kedua sayapnya yang membesar dan menahan serangan kuat itu.
Crak! Brush!
Haidan terdorong terus-menerus.
”Semuanya, bantu untuk menahan serangan dari Regius!” teriak putri Kayla. Pasukan Guardian dan juga prajurit Elf, semuanya menggunakan energi mereka dan membuat energi penahan dengan energi yang membentuk penahan. Mereka menciptakan energi yang besar, dan semuanya mencoba menahan serangan kuat dari Regius.
Penahan energi dan juga Haidan masih tak bisa menahan, mereka semua terkena efek energi dari Regius. Semuanya, beterbangan. Senjata energi raksasa yang dibentuk para Elf hancur dan berhamburan. Energi api hitam menembus semua pertahan.
”Itu tidak cukup menahanku, hancurlah kalian semua!”
Serangan itu datang, tapi saat serangan energi itu hampir mencapai rumah para Elf. Serangan energi itu tertahan dan hancur, menyebar dan kembali berhemburan ke segala arah.
Booom! Wooshh! Brush! BOOOMMM!
Lagi-lagi manusia itu! Mata Regius terbelalak. Laki-laki itu mengarahkan sebuah senjata di depannya, artefak yang mampu berputar dan memberikan serangan energi ke depan dan mengembalikan serangan dari Regius.
***
Saat serangan Regius ditahan oleh Haidan.
”Lakukan sesuatu, tuan Kalandra! Serangan iblis Regius sangat kuat. Kita harus menyelamatkan bangsa Elf!” kata Aeera memohon pada Kenan. Aeera tahu, tuan Kalandra adalah makhluk panggilan yang kuat. Namun, Aeera juga sadar bahwa tuan Kalandra, bisa bertindak sendiri tanpa perintah dari tuan yang memanggilnya.
Tuan Kalandra adalah makhluk panggilan paling unik, dia bebas melakukan apapun tanpa pengaruh dari pemanggil. Biasanya, pemanggil mampu memanggil makhluk dan menyuruhnya untuk melakukan apapun tanpa bisa protes. Sedangkan, tuan Kalandra, dia bebas dan bisa bertindak sesuka hatinya.
”Apa kamu percaya padaku, Aeera?” tanya Kenan yang masih melayang di udara.
Aeera tersenyum pada Kenan, ”Tuan Kalandra, di dunia ini. Tidak ada yang bisa kupercayai selain dirimu. Jadi, aku akan selalu mempercayaimu. Karena, hidupku hanya untuk percaya pada Tuan Kalandra.”
Kenan tak bisa berkata apapun, dia benar-benar tergetar mendengar suara kepercayaan dari Aeera. Sepanjang hidupnya, dia tak pernah dihormati dan dipercayai oleh siapapun. Rasa rendah diri dan kehancuran karena selalu dipermalukan, dan kali ini. Dia tidak ingin mengecewakan orang yang sudah mempercayainya.
”Aeera, aku bersumpah atas nama Tuhan! Aku akan menyelamatkan duniamu!”
Woooshh!
Kenan turun ke arah Aeera, dia tersenyum dan mengambil tasnya yang sudah ditaruhnya. Dia mencari sesuatu di sana. Dan, dia mendapatkan ide dengan salah satu alat yang sudah dibawanya. Itu adalah ...
Kipas angin kecil yang biasa digunakan anak gadis untuk mengipasi dirinya saat di sekolah. Kipas angin kecil dengan tenaga baterai.
Kenan mengambilnya, dan saat serangan dari Regius datang. Dia mengubah kipas itu menjadi baling-baling raksasa dan mengontrolnya dengan kekuatan energi mana.
Tiga kipas bercahaya membesar, berputar dengan energi yang sudah difokuskan Kenan untuk membuat kekuatan putaran badai. Serangan Regius pun dihancurkan oleh energi yang dihasilkan dari kipas raksasa di depan Kenan.
***
”Tidak mungkin! Bagaimana seranganku bisa hancur dan berbalik!” Regius tak percaya.
Kenan melayang dan kipas energi raksasa di depannya berhenti berputar.
”Ha.. ha.. ha..! ini adalah skill yang mampu menghancurkan seluruh musim. Api yang kamu lemparkan, hanya akan menjadi debu yang diterbangkan!”
Semua orang melihat energi dari kipas raksasa milik Kenan, semua tak percaya bahwa ada artefak energi yang mampu berputar kencang dan menghancurkan serangan dari Regius.
”Aku menamakan jurusku, dengan Kipas Penghancur! Ha.. ha.. ha..,” Kenan tertawa, ”Jadi, apakah kamu akan menyerah dengan menyerang dengan kekuatan api jelekmu itu!”
Regius diam sejenak. Selama ini, dia belum pernah menghadapi musuh yang mampu menghancurkan serangan api hitam terkuatnya. Jika memang demikian, Regius tidak akan bisa membiarkan ada musuh yang menghinanya.
”Kamu boleh tertawa bangga, makhluk sombong! Namun, kamu akan menyesal karena sudah membuatku marah!”
Regius membuka kedua tangannya lagi, menyamping dan energi mulai mengembang dari tubuhnya.
”Keluarkan semua kemampuanmu, aku akan menggunakan kipas penghancurku untuk membuatmu menjadi sate panggang!” kata Kenan dengan gaya kocaknya.
Slap!
”Bersiaplah untuk menghadapi kematianmu dengan cepat!”
Boooom!
Energi meledak dari tubuh raksasa iblis Regius.
Slap!
Slap!
Slap!
Slap!
Energi terus berpendar, tubuh raksasa Regius seperti tergerus dan mengalami pemadatan. Terus memadat dan mengecil. Tubuh Regius semakin kecil, dan kini dia hanya tinggal setinggi tiga meter saja dan melayang di udara.
”Klan Iblisku, adalah memadatkan tubuh dalam ukuran terkecil. Saat ukuran kami pada titik terkecil, maka semua kekuatan iblis akan memadat dan kami melipatgandakan kekuatan kami menjadi 100 persen maksimal!”
Regius tersenyum, setidaknya dia sudah memberitahu musuhnya sebelum mereka mati dengan cepat.
”Besar ataupun kecil, tak masalah bagi pahlawan sepertiku. Aku adalah Kalandra, penyelamat dunia ini ....!”
Woooshhh!
BOOOOOM!
Mata Kenan terbelalak, sebelum dia menghentikan kekonyolan suaranya. Regius sudah menghilang dengan cepat dan sudah berada di depannya. Sebuah pukulan sudah menghantam perutnya dengan kuat.
Booooom! Brussh!
Semua orang tak melihat kecepatan Regius, dan sebuah gunung di tempat yang jauh hancur dan meledak dengan sangat keras.
DUAAAARRR!
Hal itu berbarengan dengan tubuh Kenan yang terhempas kuat karena pukulan cepat dan dahsyat milik Regius. Kenan terpental dan membentur gunung, kekuatan besar itu membuat gunung meledak dengan sangat keras.
BOOOOOMMMM!
”Tuan Kalandra!”
Aeera membuka tangan kanannya, dia meneteskan airmatanya. Apakah, makhluk panggilannya tetap tak bisa mengalahkan iblis Regius yang merupakan pasukan tingkat elit nomor satu di pasukan Iblis?