Aku Datang, Aeera!
Mencari Kompas Emas 17
Crak! Crak! Prang!
Tidak mungkin!
Genio mendelikkan matanya, tombak terkuatnya hancur karena tangan kosong manusia berambut panjang itu. Genio segera sigap, dia kehilangan tombaknya yang hancur, dan memutar tubuhnya untuk memberikan serangan lagi dengan tendangan kuat. Dia melihat perut bagian kanan Kenan yang terbuka.
Kali ini tidak akan meleset! Kehancuran tombak Genio, pasti diakibatkan oleh suatu artefak sihir. Memang benar, manusia selalu mengandalkan item sihir. Jadi sekarang, Genio tidak akan gagal lagi.
Bug!
Brush!
Mata Genio kembali mendelik, kali ini bukan karena kaget. Dia merasakan sakit di perutnya, sebelum tendangannya bergerak lebih jauh. Energi kuat sudah mendorong perutnya lebih dulu. Kenan membuka telapak tangannya dan mendorong perut Genio terlebih dahulu.
Woooshh!
”Kamu terlalu lambat, Guardian Genio!” teriak Kenan. Dan, Genio terpental cukup jauh dan terdorong kuat.
Genio segera menstabilkan tubuhnya, memutar tangannya yang dipenuhi energi. Dia menahan tubuhnya dan mencakar tanah, dia masih terseret dan berhenti. Namun, dia merasakan tekanan dari pukulan itu masih terasa di tubuhnya.
Serangan yang kuat, meskipun hanya mendorong! Dia, bukan manusia sembarangan!
”Aku belum kalah, aku hanya lengah tadi!” teriak Genio, ”Mari kita lanjutkan....,”
Booom! Boooom! Brush!
Suara Genio belum selesai, tapi gempa bumi terjadi. Arena bergoncang, mereka semua mempertahankan posisi tubuh mereka. Apakah ada gempa bumi?
AAAAHH!
Aeera terhuyung karena getaran itu.
”Yuhas! Jaga Aeera!” teriak Kenan, Yuhas pun segera menyadari tugasnya dan memegang kedua pundak Aeera agar tidak terjatuh. Gempat dahsyat tiba-tiba terjadi dan Genio bahkan tak bisa meneruskan pertandingannya.
Dan, dinding energi yang melingkupi bangsa Elf tiba-tiba memiliki garis cahaya, sinarnya kesana dan kemari. Para Elf tak percaya, mereka telah diserang! Musuh ingin menghancurkan dinding penghalang yang selama ini melindungi bangsa Elf.
Boom! Booom!
Serangan datang lagi, semua ras Elf mulai panik. Siapa yang berani menyerang kediaman para Elf? Mereka juga sudah memasang array yang menutupi pandangan dari makhluk lainnya. apa artinya, musuh yang datang memiliki kekuatan yang besar?
”Prajurit, jaga para wanita dan anak-anak!” teriak putri Kalya. Dia mempersiapkan panahnya, bersiap untuk menghadapi apapun yang datang menyerang ras Elf. Kalya juga berteriak pada beberapa guardian yang lain untuk melindungi sang ratu.
Putri Kalya dan Genio bersiap dengan senjata mereka, ancaman besar sedang menunggu kehancuran bagi bangsa Elf. Mereka bahkan melupakan tentang tiga manusia yang sebelumnya datang dan bertanding melawan Genio.
”Semua bersiap!”
Boooom! Crak! Crak!
Dinding pelindung atau array kuat yang melindungi tempat rahasia bangsa Elf, hancur hingga bagian dalam. Pelindung itu sebenarnya dibuat dengan beberapa lapisan. Namun, kali ini dinding dengan beberapa lapisan itu hancur dan energi tekanan membuat para Elf harus menggunakan energi magic mereka. Tekanan yang sangat kuat, itu menandakan penyerangan ini adalah penyerangan oleh kekuatan yang hebat.
”Jadi ..., kalian sudah menungguku!”
Suara yang menggelegar tiba-tiba terdengar, wajah raksasa dengan dua tanduk terlihat. Pelindung mulai hilang dan terlihatlah sosok raksasa yang kini kedua matanya membulat, melihat para Elf yang bersiap untuk menghadapi ancaman. Semua senjata telah siap dan sosok yang terlihat itu adalah.
Regius. Salah satu pasukan elit dengan tingkatan nomor satu, dan dia adalah bagian dari ras Iblis. Jadi, dia pasti datang untuk mencari harta tertinggi dari bangsa Elf. Kompas Emas.
Kompas Emas adalah harta tertinggi yang dimiliki oleh bangsa Elf. Ratu Elf, dia adalah satu-satunya yang melindungi Kompas Emas. Ramalan mengatakan, jika Kompas Emas tidak dalam perlindungan bangsa Elf, maka kiamat bagi dunia ini akan terjadi. Maka, demi kelestarian hidup dan seluruh kehidupan di bumi. Bangsa Elf memiliki misi untuk menjaga Kompas Emas demi menjaga dunia ini tetap ada.
”Berikan Kompas Emas padaku! Aku mungkin akan mengampuni semua ras Elf!”
”Jangan pernah bermimpi, Regius! Kamu tidak akan mendapatkan apapun di sini!” teriak putri Kalya.
Ha.. ha.. ha.. Regius tertawa.
”Sebenarnya, aku datang untuk menawaran kerjasama yang baik untuk bangsa Elf. Jika kalian menyerahkan Kompas Emas itu baik-baik. Maka, aku akan menjadi raja Iblis selanjutnya, aku akan merebut kekuasaan atas Iblis. Jika hal itu terjadi, maka kalian ras Elf akan aku beri keistimewaan dan tidak akan ada ras manapun yang mengganggu kalian! Namun ..., kalian memang memintaku untuk mengambil paksa!”
Mata Regius menyala.
”Aku juga sudah lama tidak bersenang-senang, kalianlah yang akan aku jadikan tumbal. Aku terkurung cukup lama karena dihukum oleh raja Lucifer! Jadi, aku akan menghabisi kalian dan mengambil kekuatan dari Kompas Emas!”
”Bermimpilah terus, Regius! Meskipun kami mati, kami tidak akan memberikan Kompas Emas padamu!” Genio maju dan mempersiapkan tombaknya. Dia sudah mengganti senjatanya, dia siap mati untuk menjaga ras Elf dengan nyawanya.
”Bagus! Kalian memang hebat, aku suka perlawanan sia-sia kalian. Setidaknya, aku bisa bersenang-senang terlebih dahulu!”
Putri Kalya maju ke depan, dia menarik anak panahnya.
”Tuan Putri, aku akan menyerang langsung dari depan,” Genio bersiap, beberapa guardian yang lain juga sudah menyiapkan energi mereka. Mereka tahu bahwa Regius adalah salah satu pasukan iblis paling kuat dan berada pada pasukan elit tingkat satu. Tentu saja, kekuatannya tak bisa disandingkan dengan Genio sekalipun. Namun, jika mereka bekerjasama dengan baik, mungkin masih ada kesempatan.
”Ha.. ha.. ha..! aku suka dengan semut yang lemah tapi masih mencoba melawan! Ha...!”
Woooshh! Brush!
Energi entah dari mana, kecepatan yang sangat besar disertai energi kuat. Seperti meteor yang menyambar begitu saja dan langsung menghantam pipi raksasa Regius.
AAAAAAAAAAHHHHH!
Tubuh Regius terdorong keras, pepohonan hancur tertimpa tubuhnya, dia terseret hingga ratusan meter dan tanah bergetar. Satu sosok melayang di udara dan memukul Regius dengan kuatnya. Semua mata melihat sosok itu, dia adalah Kenan atau tuan Kalandra. Dari jauh, Aeera tersenyum karena dia sudah meminta tuan Kalandra untuk membantu bangsa Elf.
”Hahh....!” Kenan memegang rambutnya dengan gaya, ”Penjahat memang selalu berbicara omong kosong! Setidaknya, itu yang aku lihat dari para antagonis di TV yang Membosankan!”