Aku Datang, Aeera!

Aku Harus Kuat demi Aeera 13

Aeera mampu bertahan cukup lama untuk mempertahankan keberadaan tuan Kalandra. Aeera bahagia karena tuan Kalandra mengajarkan padanya kemampuan untuk menguatkan mana divine miliknya. Hal itu akan menjadi bantuan besar karena dia bisa mempertahankan keberadaan tuan Kalandra lebih lama.

Peta dibuat dengan penggandaan sihir, peta tentang semua hal di dunia ini. Benua Toman dan Eudor. Mana divine Aeera menipis, Kenan Kalandra harus kembali ke bumi dan dia membawa peta salinan. Sebelum pergi, Kenan berpesan beberapa hal; Aeera harus berlatih mana divine dengan baik dan mereka akan melakukan perjalanan mencari senjata terkuat, pedang halilintar. Selain itu, Blacksmith Kai akan membuatkan item sihir untuk Aeera.

Blacksmith Kai harus mempersiapkan tempat baru untuk orang-orang yang mengikutinya. Kenan pun kembali ke bumi.

JEGLAAARR!

Persiapan perang dimulai.

Kenan membuka internetnya di rumah, dia begitu bersemangat. Dia membuka laptopnya, mencari toko marketplace. Dia membeli beberapa barang yang dibutuhkan. Perjalanan kali ini sangat berbahaya, Kai sudah menceritakan bahwa perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang sangat berat.

Kenan harus bisa melindungi Aeera dengan baik.

”Ini barang yang tepat!” Kenan membuka beberapa barang yang bisa dibelinya. Dia masih punya tabungan. Dia membeli beberapa barang sederhana di marketplace, Kenan tersenyum. Dia telah membeli beberapa barang.

HAAHHH!

Kenan tersenyum, dia menggeliat di kursinya, mengangkat kedua tangannya ke atas. Bahagia rasanya. Kenan seperti menemukan ketenangan dan dirinya bisa bermanfaat.

Namun ... sesaat kemudian. Kenan teringat kembali sesuatu yang tidak ingin diingatnya.

”Injak dia!”

”Lucuti dia!”

AAAAAHHHH!

Kursi terdorong ke belakang, Kenan bahkan terduduk di bawah. Dia menutupi kepalanya dengan kedua tangannya. Kedua tangannya mencengkeram kepalanya dengan kuat, dia tidak mau mengingat apapun soal ingatan dirinya mengalami penyiksaan dan penghinaannya dulu.

Itu sungguh memalukan!

Itu sungguh menyakitkan!

Kenan mencengkeram rambutnya dengan kuat, bahkan dia menjambak rambutnya yang sudah memanjang. Matanya terpejam, berkedut-kedut dan dia merasakan ketidakberdayaan yang  sangat.

Tidak!

Aku harus menyelamatkan dunia Aeera! Aku tidak boleh lemah.

Mata Kenan menyala dan terbuka, dia mencoba untuk tenang kembali. Dia tidak ingin menjerumuskan dirinya dalam kehancuran. Dia hampir saja tidak berdaya menghadapi gangguan agoraphobia miliknya. Hal itu karena, dia sudah mengalami penyiksaan yang begitu lama dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku harus kuat mulai sekarang! Aeera menungguku, dia membutuhkan makhluk panggilan yang kuat!

Peta!

Benar! Kenan teringat peta, salinan peta yang berada di dunia Aeera. Kenan akan mempelajari semua yang tergambar dalam peta. Selama Kenan belum dipanggil oleh Aeera, dia akan mempelajari semua tempat dan detail yang ada dalam peta yang dibuat oleh Blacksmith Kai.

Kenan menyelipkan peta itu dalam ikatan di dekat lingkaran celananya. Masih ada! Dan, Kenan pun mempelajari baik-baik peta itu. Dia juga menandai dengan ingatannya, tempat kota dan bukit, tanah gersang dan juga tempat bersemayam raja monster dan raja iblis.

Ada tanda merah yang merupakan tower di dua tempat, setiap benua memiliki satu tower yang ditandai dengan tanda merah. World Tower! Jadi, apa fungsi tower yang menjulang tinggi dan berwarna merah?

Ada satu hal yang dipersiapkan Kenan selain mempelajari peta, dia harus berolahraga. Benar! Dia harus menjadi kuat dan mampu  mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster yang menguasai dunia Aeera.

Kenan bersemangat! Dia tak peduli apapun.

Dia melakukan pemanasan, dia ingat pemanasan gerak sebelum melakukan olahraga. Itu bagian dari pelajaran di sekolahnya dulu.

1, 2, 3 ...

Push up!

Menggerakkan tangan dan kaki selaras.

Melakukan semua jenis gerakan. Kenan hanya belum berani keluar dari kamarnya, dia melakukan olahraga ringan di kamarnya.

Hingga, dia bisa mulai melakukan dua kemajuan dalam hidupnya. Pertama, setelah mulai memakan dengan lahap makanan dari Ibunya. Kemajuan kedua, dia mulai menggantikan gangguan mentalnya dengan melakukan olahraga ringan. Biasanya, dia akan menjerit, berteriak, memukul apapun dan duduk beringsut di pojok kamar sambil menangis.

Kini, dia mulai dapat menghilangkan hal itu sedikit demi sedikit dengan olahraga di kamarnya.

Dia harus menjadi kuat!

***

”Aeera, kita harus berpisah.”

Suara Blacksmith Kai, dia akan menuju sebuah tempat di pulau lain. Dia sudah menandai di dalam peta, benua itu cukup aman dari Monster dan Iblis. Kai akan memasang array jika sudah sampai di pulau tersebut.

Kai bersama para penduduk Kota York sudah bersiap, kapal sudah berada di depan mereka. Mereka harus meninggalkan Kota York. Jika tempat sudah diketahui oleh salah satu dari ras iblis maupun monster. Maka, mereka akan diserang nantinya.

”Hati-hati, Paman Kai!” kata Aeera, para penyihir di belakang Aeera juga mengucapkan salam perpisahan. Mereka semua telah mendapatkan artefak yang diberikan secara Cuma-Cuma dari Blacksmith Kai.

”Aeera, simpan baik-baik kalung peninggalan Ibumu. Sepertinya, itu akan bermanfaat jika kalian melakukan perjalanan untuk mencari Pedang Halilintar.”

Pedang Halilintar adalah pedang dalam ramalan yang mampu mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster. Pedang yang tersembunyi dalam sebuah tempat yang belum bisa dipastikan, tapi perjalanan menuju senjata itu tertulis dalam peta.

”Hati-hati di jalan, Paman Kai,” kata Aeera lagi.

”Tentu saja, dan ini ...” Kai mengeluarkan sebuah tongkat dari balik jubahnya. Sebuah tongkat yang sudah diupgrade oleh Blacksmith Kai. Kai menambahkan item kuat di dalam tongkat sihir Aeera yang diserahkan padanya kemarin.

”Aku menambahkan item kuat untuk menyerap mana lebih cepat. Hal ini akan membantumu untuk bisa membuat mana divine sihirmu terus stabil. Bukankah hal itu yang dipesankan makhluk panggilanmu?”

Kai tahu, makhluk panggilan Aeera berbeda. Dia sangat kuat dan bisa jadi, dia akan bisa membawa ramalan menjadi kenyataan. Mimpi seorang makhluk panggilan untuk mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster.

Aeera tersenyum dan gembira.

”Ini adalah hadiah terbaik yang pernah aku terima, Paman Kai.”

Mereka saling tersenyum.

Rombongan Blacksmith Kai pun pamitan, mereka menaiki kapal lebih dulu. Sebelum pergi, Kai meninggalkan salah satu pasukan kuat yang melindungi Kota York. Dia adalah Yuhas, seorang penyihir kuat yang memakai pedang. Yuhas ditugaskan untuk menjaga gadis kecil Aeera, bahkan Yuhas ditugaskan menemani Aeera untuk mendapatkan petunjuk tentang senjata legendari, Pedang Halilintar.

Yuhas menerima tugas itu dengan patuh.

Kapal pergi, saatnya bagi Aeera dan para penyihir kembali ke Akademi Cyprus. Aeera akan mempersiapkan perjalanan panjang untuk mencari senjata legendaris yang dapat mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster.

***

”Ting! Tong! Ting! Tong!”

Suara bel pintu rumah Kenan berbunyi.

Kenan tahu sesuatu, dia melihat dari jendela bahwa ibunya pergi berbelanja. Tidak ada orang di rumah. Kaki Kenan gemetaran, dia ketakuatan bertemu dengan siapapun. Bahkan bertemu Ibunya, Kenan merasa tak sanggup.

”Paket datang!”

Kenan masih gemetaran.

”Paket datang! Paket! Paket!”

Kaki Kenan sulit bergerak, gemetar. Dia takut bertemu manusia setelah semua yang terjadi padanya.

Namun ...

Aeera. Mata Kenan membulat, dia harus bisa melawan semua ketidakberdayaannya. Dia butuh barang itu sebelum dipanggil lagi oleh Aeera.

Kenan mulai memegang gagang pintu kamarnya, tangannya gemetaran untuk membuka pintu.

Aeera!

Aeera!

Aeera!

Aku harus kuat!

Klak!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!