Aku Datang, Aeera!
Terima Kasih, Aeera!
Kenan terus berusaha untuk belajar menguasai mana divine, hal itu membuatnya merasa tenang. Mungkin, itu seperti Yoga yang dilakukan banyak orang untuk membuat pikiran rileks sehingga menjadi lebih sehat. Beberapa orang mengatakan semedi dan menghisab energi di sekitarnya.
Di semua tempat, ada penjelasan masing-masing soal hal tersebut. Kenan memulai pelatihan pernapasan, mencoba berpikir tenang.
”Dasar sampah!”
”Memalukan!”
Plak!
”Injak dia!”
”Siksa dia!”
”Lucuti dia!”
”Permalukan dia!”
Mata Kenan berkedut, ketenangannya terganggu. Dia teringat semua perundungan yang menimpanya dulu. Tubuhnya gemetaran, dia benar-benar tak tahan! Dia gemetaran, keringat mengalir di wajahnya.
”TIDAAAAAAKKKK!”
Teriak Kenan. Saat dia memulai ketenangan, mencoba untuk menghilangkan semua pikiran. Tiba-tiba semua penyiksaan dan dirinya dipermalukan terbayang.
”Aku sudah tidak tahan hidup di dunia ini lagi!”
Teriak Kenan, dan kedua tangannya terbuka mencakar lantai di bawahnya. Dia kesumat, sulit untuk tenang. Sangat sulit dalam mempelajari mana divine ketika jiwanya terguncang.
”Aku mohon Aeera! Bawa aku pergi dari dunia laknat ini!”
Dan ...
Di atas Kenan yang semula plafon rumah, semuanya menjadi serba putih dan cahaya dengan ribuan warna terlihat di atas Kenan.
Kenan pun tersenyum, dia bangkit dan berdiri. Dia menyambut cahaya berpendar-pendar dari langit. Dia melihat halilintar telah siap menghantam dirinya. Saatnya untuk pergi dari dunia ini.
”Terima kasih, Aeera!”
Senyuman Kenan tersungging, tepat ketika halilintar menggelegar. Kenan melihat sebuah sisir di meja, setidaknya itu bisa untuk membuat senjata ketika bertarung. Benar!
JEGLAAR!
Splash!
***
”Kalian semua pengkhianat!” teriak Blacksmith Kai. Cylorg, monster yang sudah mengincarnya lama. Kini, Kai harus berhadapan dengan monster kuat itu. Dia bisa saja lari dari kota York, tapi begitu banyak manusia akan dikorbankan jika dia lari.
”Kami tidak melakukannya, Blacksmith Kai!” teriak guru Rebecca. Rebecca juga kaget karena tiba-tiba serangan monster datang.
”Guru Kai, anda harus pergi. Biarkan kami yang menghadang mereka!” suara Kaja, tiga rekan lainnya yang selama ini melindungi Kota York ikut maju. Tiga rekan Kaja; Hirr, Bagas, dan Yuhas. Mereka bersiap untuk melindungi Blacksmith Kai.
Blacksmith Kai harus dilindungi, dia menjadi salah satu harapan umat manusia. Dia adalah seorang legenda yang mampu menciptakan senjata dengan kemampuannya. Begitu banyak para manusia yang sudah menjadi kuat berkat kemampuan dan tangan besinya dalam membuat senjata hebat.
Empat orang pelindung Kota York maju, Blacksmith Kai melihat penduduk kota sudah lari ke belakang dan dievakuasi. Ada Narina yang berada di belakang, Narina adalah orang kepercayaan Blacksmith Kai dalam mengurusi semua persoalan di Kota York.
Pertarungan empat pelindung Kota York sedang berlangsung melawan Cylorg dan sepuluh pasukannya. Mereka sedang bertarung melawan pasukan Cylorg. Cylorg terlihat masih diam dan memperhatikan pertarungan anak buahnya.
Blacksmith melihat Narina di belakang arah evakuasi. Kai dan para penyihir dari Cyprus harus pergi dari sana.
”Kita harus menyelamatkan diri lebih dulu, Blacksmith Kai!” pinta Brandon.
Blacksmith Kai pun mengangguk, dia berlari ke arah jalan persembunyian. Di sana, ada Narina yang menunggu portal defense, portal itu adalah sihir yang mampu menghilangkan mereka di tempat khusus. Dan, ada aray yang akan tertutup sehingga tempat dimensi itu tak bisa ditemukan oleh orang lain.
Blacksmith Kai berlari bersama sepuluh penyihir dari Cyprus. Namun, saat mereka mendekat ke arah Narina. Narina menggunakan kekuatan sihirnya dan portal defense itu menghilang seketika.
”Apa yang kamu lakukan, Narina?” tanya Blacksmith Kai heran.
Saat itulah, keempat pasukan pelindung Kota York terpental bersama dengan kehancuran sihir dan makhluk panggilan mereka. Hal itu karena, Cylorg menggunakan kekuatan kosmiknya untuk menghempaskan empat pelindung terkuat Kota York.
AAAAAHHHH!
AAAAAAAHHHH!
Mereka berempat terhempas dan bergulingan, Cylorg semakin mendekat dengan kepakan sayapnya yang mengerikan. Sepuluh pasukannya ikut mendekat ke arah Blacksmith Kai.
”Cukup sudah pelarianmu, Kai! Dan, terima kasih padamu, Narina. Kamu akan mendapatkan hadiah besar dengan pelayananmu padaku!”
”Apa!” Blacksmith Kai kaget, jadi selama ini. Narina adalah pengkhianat yang sebenarnya!
Narina tersenyum, ”Maafkan saya, Tuan Kai. Namun, anda diperlukan oleh pasukan monster. Dan, aku hanya ingin mendapatkan keamanan dan juga tempat perlindungan karena kontrak dari mereka!”
”Narina, kamu sudah dibohongi oleh mereka. Mereka semua tidak akan memberikanmu apa-apa, itu adalah tipu daya mereka!” kata Kai.
Ha.. ha.. ha..!
Suara tawa Cylorg terdengar.
”Habisa mereka semua, dan tangkap Kai untukku!” teriak Cylorg. Sepuluh pasukannya memakai armor dan memiliki sayap kelelawar. Mereka semua seukuran dengan sebuah mobil truk, di bandingkan dengan Cylorg mereka hanya sebesar seperdelapan dari besarnya Cylorg.
KUAAAAKKK! KUAAAAKKK! KUAAAAKK!
Para pasukan Cylorg beterbangan dan menyerang ke arah Kai dan para penyihir dari Cyprus.
”Giant Plant!” teriak Rebecca.
”Big Elephant!” sihir panggilan dari Brandon.
Kekuatan sihir mereka bertarung melawan pasukan Cylorg. Saat genting, Blacksmith Kai menggunakan kemampuannya.
”Dyno Thunder!”
ROOOAARRR!
Raksasa besar dengan mulut besar dan gigi-gigi besar muncul. Dyno makhluk panggilan Kai menggigit salah satu pasukan Cylorg. Pertarungan tak bisa dihindarkan.
”Membosankan!” teriak Cylorg. Dia menggunakan kekuatan api dari dua telinganya, dan semburan api begitu besar menghancurkan semua makhluk panggilan Kai dan juga milik Brandon. Semua makhluk panggilan hancur dan para manusia itu merasakan serangan energi kuat
Booooom!
Ledakan terjadi.
”Kenapa kamu melakukan itu padaku, Cylorg!” teriak Narina, ”Hentikan sekarang! Kamu sudah janji padaku, bukan?”
Cylorg melihat Narina. Dia tersenyum, manusia memang sangat senang diberikan harapan. Dan, tidak ada harapan untuk mereka. Kedua mata Cylorg menyala dan mengeluarkan sinar besar dan menghancurkan tubuh Narina.
Brush! Booom!
”Narina!” Kai melihat Narina dihancurkan dengan serangan laser besar itu. Kini, Kai hanya tersisa bersama sepuluh penyihir muda dari Cyprus. Portal sudah tertutup.
Jadi ..., Kai harus maju. Dia mempersiapkan senjata tongkatnya, diambil dari balik bajunya.
”Masih mau melawan, Kai?” tanya Cylorg. Cylorg membutuhkan kemampuan Kai untuk membuatkannya senjata kuat. Jika tidak membutuhkannya, maka Cylorg akan membunuhnya.
”Kalian cari tempat untuk lari, aku akan menahannya!” kata blacksmith Kai pada para penyihir muda.
”Tidak, Blacksmith Kai,” Aeera memegang pundak Kai, ”Biarkan Junior ini yang akan maju. Aku akan memanggil makhluk panggilan terkuatku!”
Kini, Aeera yakin dengan kemampuannya. Dia percaya pada tuan Kalandra. Dia mengarahkan tongkatnya ke depan.
”Datanglah ..., makhluk panggilan terkuatku, Tuan Kalandra!”
JEGLAAAAR!
Blacksmith Kai kaget, medan energi muncul dari langit dan halilintar menyambar bersamaan dengan munculnya sesosok manusia berambut cukup panjang. Dia berdiri melayang di depan Aeera dan dirinya.
Sosok makhluk bercahaya itu menengok ke belakang, dia tersenyum pada Aeera.
”Terima kasih, Aeera. Aku sudah bosan berada di kamarku. Siapa yang akan menjadi lawanku sekarang?”
Aeera tersenyum, ”Kalahkan monster Cylorg yang jahat itu, Tuan Kalandra!”