3 Duyung Cantik

Ratu Duyung?

"Kalian yakin tidak ada ular kan?" ujar Bu Maya sambil melihat ke kanan dan ke kirinya. Gua itu terlihat sangat gelap dan menyeramkan tanpa ada cahaya sedikit pun di sana.

 

"Iya gak ada kok Bu," sahut Arabel.

"Iya Bu aman kok di sini tenang saja." Astrid menyahut berusaha meyakinkan Bu Maya.

 

Mereka kembali berjalan lurus, "Kita mau ke mana sih, kalian yakin jalannya ke sana?" ujar Bu Maya kembali sambil menunjuk ke arah depan.

"Yakin Bu, tempatnya disana sedikit lagi sampai kok ya kan?" Astrid menunjukan di mana tempat batu besar itu berada sambil menatap Arabel yang ikut meyakinkan.

 

Ratu masih setia menggandeng tangan Bu Maya dengan hati-hati, "Ayo Bu, hati-hati," ujar Ratu mengingatkan saat kaki Bu Maya hampir tergelincir oleh bebatuan.

Dan akhirnya mereka terus berjalan sampai Arabel dan Astrid berhasil menemukan bebatuan yang kemarin membawa mereka pada air tersebut, Arabel mencoba mendorong bebatuan itu dengan dibantu Astrid yang akhirnya berhasil.

 

"Ayo masuk!" ujar Arabel dengan tersenyum senang karena batu itu ternyata bisa terbuka.

Mereka pun langsung masuk ke dalam begitu juga dengan Bu Maya yang ikut masuk namun dia nampak kebingungan.

 

"Kalian tidak main-main kan sama Ibu?" ujar Bu Maya.

"Nggak kok Bu, memang ini benar jalannya." Ratu menyahut membenarkan.

"Iya Bu emang benar lewat sini," kata Astrid dengan menganggukan kepalanya dan tersenyum.

 

"Ya sudah yuk ke sana!" ajak Arabel sembari tersenyum.

"Yuk." Astrid memegangi bahu Arabel dari belakang mereka nampak semangat karena sebentar lagi akan bertemu dengan air laut yang berada di dalam gua itu.

 

Mereka bertiga memang selalu kompak dalam meyakinkan Bu Maya yang selalu merasa ragu dan tidak percaya dengan mereka.

"Nah di sini Bu tempat kita berubah jadi putri duyung," ujar Arabel sambil menunjukan air yang bergenang itu.

"Dan cerita legendanya kalau kita nyebur ke dalam air ini dan kena sinar bulan purnama maka kita akan berubah menjadi duyung," terang Arabel dengan mengulum senyuman di wajahnya.

 

"Ya sudah kalian duluan aja ya nanti Ibu menyusul!" pinta Bu Maya kemudian dia ingin tahu kebenaran yang dikatakan oleh anak-anak ini.

"Ya sudah yuk, Ra kita duluan," ajak Astrid sambil menyentuh bahu Arabel.

"Okey gue duluan ya!" Arabel pun menoleh kepada Bu Maya dan kedua sahabatnya sebelum akhirnya nyebur ke dalam air dan berubah.

 

Ketika melihat Arabel yang sudah nyebur Astrid pun langsung menyusul dan yang terakhir adalah Ratu.

Mereka bertiga sudah berubah menjadi putri duyung namun Bu Maya bukannya terkejut tapi justru malah tersenyum ada yang aneh dengan Bu Maya.

 

Dan ketika Bu Maya melihat ketika anak-anak muridnya itu berkumpul dia juga ikut nyebur dan ternyata Bu Maya berubah menjadi putri duyung saat itu juga membuat Arabel, Ratu dan astrid kebingungan.

Akhirnya mereka pun berenang mengikuti Bu Maya yang berada di paling depan menuju jalan keluarnya.

 

"Bu Maya?" seru Ratu dengan raut wajah penuh kebingungan.

Begitu pun dengan Arabel dan Astrid mereka saling tatap tanpa mampu untuk berkata-kata.

 

"Aku adalah ratu duyung dan kalian sudah menjadi duyung apabila kalian ingin kembali menjadi normal maka kalian harus melakukan seribu kebaikan," terang Bu Maya dengan tersenyum sambil mengibaskan ekornya di air.

"Hah! seribu kebaikan?" pekik Astrid terkejut.

 

"Dan jika kalian berhasil melakukan seribu kebaikan itu maka kalian bisa menjadi normal kembali," ujar Bu Maya sembari tersenyum. "Kembali menjadi manusia yang sempurna," lanjutnya.

 

Mereka bertiga terdiam dan bingung apa yang harus mereka lakukan, melakukan seribu kebaikan? bagaimana bisa, di mana mereka bisa melakukan seribu kebaikan itu? hal itu membuat Arabel, Ratu dan Astrid kebingungan.

 

"Bagaimana caranya kita bisa melakukan seribu kebaikan itu Bu?" tanya Astrid dia ingin tahu apa yang harus dia lakukan.

Ratu menganggukan kepalanya, "Iya Bu bagaimana?" katanya.

 

"Kebaikan itu akan datang dengan sendirinya kepada kalian dan kalian harus ingat satu kebaikan satu keberuntungan," terang Bu Maya dengan menunjukan jari telunjuknya. "Jadi kalian harus benar-benar melakukannya kalau tidak kalian tidak akan bisa kembali menjadi normal dan satu hal lagi TIDAK ADA YANG BOLEH TAHU KALAU KALIAN ADALAH DUYUNG!!" Bu Maya menekankan kalimat itu dalam perkataannya.

 

Ketiga sahabat itu saling pandang dengan wajah yang nampak murung, ya mereka tentu saja takut jika seseorang mengetahui identitas barunya ini ya ada mereka akan dalam bahaya jika seseorang sampai tahu.

 

"Dan kalian harus saling melindungi, menolong, membantu serta mengawasi jangan sampai ada yang tahu ingat itu kalian harus saling melindungi jangan sampai ada yang tahu okey!" Bu Maya terus menerus mengulangi peringatan itu agar ketiga anak-anak ini mampu menjaga rahasia tentang adanya putri duyung dan saling melindungi sesamanya.

 

Arabel memandang kedua sahabatnya dengan tatapan yang dalam dia sangat percaya bahwa mereka bisa terus bersama menghadapi rintangan yang akan menghadang di masa depan saat itu juga Bu Maya pergi ke laut meninggalkan mereka bertiga.

 

---

 

"Anak-anak bangun semuanya!" ujar Bu Maya sambil menggoyangkan tubuh Arabel, Ratu dan Astrid dengan pelan.

Maya si ratu duyung manipulasi Arabel, Ratu dan Astrid membuat mereka tertidur di pasir dasar laut, dan seakan-akan apa yang telah terjadi itu hanyalah mimpi belaka dari mereka.

 

"Lo gak apa-apa kan?" Astrid bertanya kepada Arabel dan Ratu yang sudah kembali sadar.

"Gue gak apa-apa kok," sahut Arabel sembari merapikan rambutnya yang berantakan. "Lah kok?" Arabel menunjuk kaki Ratu.

 

Dan mereka kaget saat melihat Bu Maya masih bersama dengan mereka, seakan-akan yang dialaminya tadi itu bukanlah mimpi.

"Bu Maya duyung kan, yang tadi berbicara dengan kita?" tukas Astrid sambil merapikan rambutnya.

 

"Hehehehe." Bu Maya hanya terkekeh sembari menyisir rambutnya dengan jemari tangannya. "Kalian ngaco ya?" katanya.

"Kita lihat Bu Maya menjadi ratu duyung, kalian juga lihat kan?" Astrid menatap ke dua sahabatnya meminta pendapatan dari mereka yang dijawab langsung dengan anggukan kepala mereka. "Kalau kita bertiga melihatnya tidak mungkin itu mimpi yang sama?"

 

"Iya benar," sahut Ratu menyetujui apa yang dikatakan oleh Astrid yang mewakili pikirannya saat ini.

"Tadi kan kita nyebur di air terus Ibu nyusul dan berubah menjadi duyung Ibu ratu duyung kan?" Arabel juga nampak jelas mengingat jelas saat mereka ada di dalam air.

 

"Tuh kan Ibu bilang juga apa, tempat itu memang angker tadi tuh kalian nyebur terus pingsan di dalam air makanya Ibu selamatkan kalian semua," terang Bu Maya yang berusaha menyembunyikan identitasnya sendiri baginya ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu semuanya kepada anak-anak.

 

"Gak mungkin Bu, itu gak mungkin sama sekali gak mungkin!" sergah Astrid baginya cerita Bu Maya itu adalah bohong karena dia dan kedua sahabatnya tidak mungkin pingsan di dalam air di saat mereka bisa berenang.

 

"Okey mungkin Ibu yang salah tapi itulah kenyataannya ya, dan sekarang ini tempat agak aneh dan gak aman ditambah lagi kalian ngomong gak jelas ya sudah yuk pulang yuk kalau gitu Ibu tunggu kalian di kapal ya!" ujar Bu Maya yang berlalu pergi duluan menuju kapal yang akan membawanya pulang.

 

Di saat Bu Maya pergi Arabel, Ratu dan Astrid nampak kebingungan mendengar cerita Bu Maya yang tentu saja tidak benar karena mereka kini adalah duyung dan mereka mengalami mimpi yang sama.

 

Bagaimana kisah selanjutnya yuk langsung saja geser agar bisa mengetahui kisah selanjutnya!

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!