3 Duyung Cantik

Di Ring Tinju

"Andi, lo salah paham gue coba dengerin gue dan…" Astrid kehabisan kata dia tidak percaya jika Andi malah akan marah kepadanya.

 

"Lo mau ngehina gue Lo mau mencela gue kan? Puas Lo sekarang?" omel Andi dengan menatap Astrid tajam lalu mendorong cewek itu hingga jatuh ke tanah.

 

Ara dan Ratu kaget melihat sahabatnya yang diperlakukan kasar oleh Andi, tiba-tiba ada tangan yang terjulur tepat di depan Astrid. 

 

"Gak ada yang sakit kan?" ujar Dirga membuat Andi dan Astrid menatap cowok itu.

"Enggak kok," sahut Astrid yang menerima uluran tangan Andi.

 

"Andi, Andi gue heran ya sama lo mau sampai kapan sih berhenti jadi Cemen? Beraninya sama perempuan terus," cibir Dirga menatap Andi dengan kedua alisnya yang terangkat ke atas.

 

"Lo yang cemen! Kemarin Lo sama Ara sekarang Lo sama Astrid, ya udah dua-duanya Lo embat," sahut Andi penuh emosi.

 

Sampai Dirga langsung menoleh kembali memandang wajahnya sembari mengepalkan kedua tangannya lalu menarik baju Andi hendak memukul cowok itu.

 

"Stop Di, ini semua gue yang salah jadi jangan berantem okey," sergah Astrid meleraikan kedua laki-laki itu yang akan menimbulkan keributan. 

 

Andi pun berlalu pergi begitu saja membuat Ara dan Ratu yang berada di dalam mobil ikut bingung melihatnya hampir saja Dirga sama Andi berkelahi.

 

Dirga menatap kepergian cowok itu lalu beralih ke arah Astrid, "Tangan lo kotor tuh!" ujarnya.

 

"Enggak kok," sahut Astrid sembari membersihkan tangannya sendiri.

"Pak, minta airnya satu ya!" pekik Dirga kepada penjual itu. 

 

"Eh gak usah Ga, gak usah!" sergah Astrid panik begitu Dirga membeli air.

"Gak apa-apa gue bersihin ya sini tangan Lo!" pintanya sembari membuka plastik Aqua gelas itu.

 

Astrid tambah panik melihat air dia menoleh pada Ara dan Ratu yang melihatnya dari mobil lalu memberikan kode agar mereka mau melakukan sesuatu untuk mencegah Dirga.

 

Ara dan Ratu masih tidak mengerti dia memandang Astrid dan Dirga yang sedang berduaan namun begitu pandangan mereka melihat mereka paham dan panik.

"Gue gak apa-apa!" ujar Astrid menyembunyikan tangannya.

Namun ditarik sama Dirga. "Sini gak apa-apa, cuci tangan doang kok emangnya ngapain sih!" 

 

Perlahan Dirga hendak menuangkan air itu ke tangan Astrid.

Keadaan semakin darurat bagi Astrid dia menatap kedua sahabatnya itu yang masih diam belum melakukan apa-apa dia takut jika sampai Dirga benar-benar menuangkan air itu ke tangannya.

 

Lalu Ara pun mengeluarkan kekuatannya ke arah mereka dan tiba-tiba air di dalam gelas itu muncrat ke wajah Dirga membuat Astrid kaget begitu juga Dirga dia menatap Aqua gelas itu merasa ada yang aneh. 

 

"Kok bisa?" heran Dirga menatap Aqua gelas itu.

"Tuh kan gue bilang juga apa, tumpah kan?" pekik Astrid memandang Dirga. Seketika Dirga menatap Astrid bingung rasanya aneh ketika Aqua gelas itu malah mengenai wajahnya.

 

"Yaudah gue ambilin tisu," seru Astrid sembari meraih tisu yang ada di atas meja. "Nih!"

 

"Makasih ya." Dirga mengambil tisu tersebut dari tangan Astrid.

Lalu Astrid tersenyum dan memberikan jempolnya kepada kedua sahabatnya yang dibalas dengan kedipan mata oleh Ara serta acungan jempol darinya dan Ratu.

 

***

 

Andi dan temannya sedang bermain tinju di ring tinju, Andi sengaja bermain tinju untuk melampiaskan amarah serta emosi yang menguasai dirinya. 

 

"Ayo cepat, ayo! Power Di, power!" seru temannya Andi sembari terus menghajar Andi karena cowok itu lemah.

 

Terlihat beda sekali pukulan Andi di mata temannya dia merasakan perbedaan di saat Andi bermain biasanya dan sekarang. 

Temannya memukul kepala Andi lalu mendorong cowok itu, "Ah ayo Di, power!" Lagi dan lagi dia mencoba menghajar Andi agar dia membalasnya.

 

Entah tahu dari mana Ara, Ratu dan Astrid datanya ke tempat tinju untuk mengawasi Andi kembali yang menjadi tugasnya kini dalam melakukan seribu kebaikan.

 

"Lihat deh pukulan Andi aja udah kelihatan beda banget gitu kayaknya dia memang frustasi banget deh," ujar Astrid sembari menuding ke arah Andi yang berada di ring tinju.

 

"Iyah," sahut Ratu menoleh kepada kedua sahabatnya, "Gimana caranya ya? Lagian susah banget ngajak Andi kompromi bawaannya suudzon mulu... terus bagaimana dong?" lanjutnya.

 

"Ini tuh masalahnya ada pada Bokapnya gays, Andi kaya gitu kan karena Bokapnya yang main judi terus," terang Ara menyimpulkan semua masalah yang terjadi.

 

"Ayo dong Di, power-power!" teriak temannya sembari memukul wajah Andi.

Seketika Andi teringat akan perkataan Bokapnya ketika mengusirnya dan memarahinya membuat dirinya tidak menyerah dan kembali bermain tinju lagi.

 

Namun pukulan Andi masih sama saja cowok itu bertambah tidak berdaya sampai temannya mendorongnya dan memukul wajah Andi.

 

Seketika Andi kembali teringat akan tamparan Bokapnya kepada dirinya beberapa kali terakhir ini, sebuah luka yang menyakitkan membangkitkan kekuatan Andi sehingga dia kembali menghajar temannya dengan tenaganya yang lebih kuat sampai membuat temannya terjatuh tersungkur di bawah sana.

 

"Aaaaaa!!!" teriak Andi sembari menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali dan pandangannya melihat ke atas, keringatnya mengalir bercucuran membasahi tubuhnya serta rambutnya sampai basah karena bermain tinju. 

 

Astrid, Ara dan Ratu melihatnya dengan meringis ketakutan campur aduk dengan rasa prihatin.

"Gimana kalau kita ketemu sama Bokapnya lalu ngomong baik-baik tentang ini dan menyadarkan Bokapnya biar hidup mereka gak gini-gini aja," usul Ara sambil mengulum senyum.

 

"Setuju biarpun sulit kita harus mencobanya apapun yang terjadi, dan kita harus mencari tahu dimana Bokapnya dan di mana tempat biasa dia bermain judi," sahut Astrid mendukung usulan Ara dia juga ingin membuat Bokapnya Andi berhenti bermain judi. 

 

"Tenang, tenang gays! Ratu punya ide." Ratu tersenyum kepada kedua sahabatnya.

Lalu ketika latihan tinju selesai Ratu menghampiri temannya Andi yang sedang berjalan menuju ruang istirahat.

 

"Ekhem." Ratu berdehem menghentikan langkah cowok itu.

"Eh Ratu," sapa temannya terkejut melihat ada Ratu.

"Hai." Ratu kembali menyapa balik cowok itu sembari memberikan senyuman terbaiknya.

"Lo ngapain di sini?" tanya cowok itu heran melihat Ratu ada di tempat tinju.

 

Seketika Ratu nyengir bingung, "Eh iya juga ya ngapain gue disini," katanya sembari menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal. "By the way gimana latihannya lancar?" Kini saatnya Ratu mengalihkan topik pembicaraan.

 

"Yahh hancur banget tuh si Andi sampai badan gue kesakitan," keluh temannya merasakan sakit pada tubuhnya "Ya maklum sih dia kan lagi emosi dan stres," ungkap temannya

 

"Stress kenapa?" tanya Ratu bingung dia berpura-pura tidak tahu apa-apa.

"Ya Bokapnya tuh main judi mulu," ungkap temannya lagi memberitahu.

 

"Judi bukannya ilegal ya lagian kalau ketahuan polisi kan bisa ditangkap." Ratu semakin memancing temannya Andi untuk mencari informasi mengenai Bokapnya Andi.

 

"Yahh Lo gak tahu ya? Di daerah betik sana banyak orang main judi mulu, ada kasino gitu deh," sahut temannya sambil terus memegangi pipi kirinya yang terasa sakit sebab pukulan Andi.

 

Kini Ratu berhasil mencari tahu tempat dimana Bokapnya Andi biasa bermain judi setelah berbasa-basi Ratu pergi untuk menyusul kedua sahabatnya yang sudah menunggunya di mobil.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!