3 Duyung Cantik

Buku Diary Yang Hilang

Semua teman sekelasnya pun berkumpul termasuk Arabell dan Astrid yang berlari menghampiri Ratu dan Teri. 

 

“Ada apa sih?" 

 

“Iya, kenapa Ter?" 

 

Semua siswi penasaran dengan teriakan Teri tadi, sebenarnya apa yang terjadi? 

 

“Ini loh si Ratu tadi maling kalungnya si Astrid," terang teri di depan semuanya. 

 

“Ya Allah Rat, aku nggak nyangka ya Astrid kan sahabat kamu,” kata Tia teman sekelasnya. 

 

Arabel dan Astrid saling tatap bingung mereka juga memandang semua teman sekelasnya yang sedang menyalahkan Ratu. 

 

"Ra, Astrid lihat tuh, Ratu mengambil kalung Astrid, untung tadi ada gue yang mergokin,” ujar Teri menggiring opini seakan-akan Ratu lah yang telah mencuri. 

 

“Nggak Stid, dia tuh bohong, semuanya bohong," sergah Ratu akhirnya bersuara di depan semuanya dia memandang Astrid.

 

"Sudah Rat, ngaku ajh!” 

 

"Iya ngaku aja, sudah ada saksinya kok!” 

 

Lagi-lagi semua teman sekelasnya menyalahkan Ratu atas fitnah yang ditimbulkan oleh Teri.

 

“Hey Teri, jangan asal nuduh orang sembarangan gue nggak percaya Ratu yang ngambil,” surga Astrid ia tidak terima jika sahabatnya dituduh maling. 

 

“Iya benar, lagian ngapain juga Ratu mengambil kalung Astrid?" sahut Arabell yang menggebu-gebu dia sangat percaya pada sahabat ini dibanding ucapan orang lain. 

 

“Iya Ra, Strid. Bukan gue yang ngambil tapi dia nih," ujar Ratu sambil menuju ke arah Teri dia senang mengetahui sahabatnya yang begitu mempercayainya. 

 

"Ya Allah Ratu, lo tuh jahat banget nuduh gue. Ara, Astrid, buka mata lo berdua! Lo nggak lihat ya, kalau kalungnya ada di tangan Ratu,” ujar Teri sambil menunjuk pada kalung yang ada di tangan Ratu.

 

"Nggak, gue nggak percaya soalnya Ratu Itu temen gue, mana mungkin dia ngambil kalung Astrid,” sergah Arabel yang masih terus berusaha membela Ratu. 

 

Dari kejauhan Bu Maya menatap perdebatan anak murid-muridnya itu, lalu dia melihat Teri yang masih terus berdusta sampai akhirnya dia menggunakan kekuatannya sehingga mulut dari bergerak dengan sendirinya. 

 

“Iya gue sendiri yang mengambil kalung Astrid lagian kalungnya bagus banget," ujar Teri berkata jujur. 

 

Dengan cepat Teri pun langsung menutup mulutnya kembali perkataan itu terucap diluar kendalinya. 

 

“Huhu!" teriak semua teman sekelasnya mengetahui jika Teri lah yang sudah mencuri kalung Astrid.

 

“Oh ternyata lo Ter,” ujar Arabell sambil tertawa, dia tidak percaya jika Teri sudah memfitnah sahabatnya padahal dia sendirilah pelakunya. 

 

“Tuh kan Ra, Strid, dia sendiri yang mengambil kalungnya akhirnya aku juga lo," sahut Ratu dengan kesal karena sudah memfitnah dirinya di depan semua orang, apalagi mengambil kalung sahabatnya sendiri. 

 

"Sudah, sudah! gue nggak mau perpanjang masalah ini tapi ingat ya Ter! jangan fitnah sahabat gue lagi," ancam Astrid dia tidak terima jika sahabatnya difitnah.

 

Tari pun langsung berlari ke lantai bawah menahan malu dengan disoraki oleh semua orang.

 

"Sudah bubar, bubar!” usil Arabell, menyuruh teman-temannya untuk pergi.

 

Astrid dan Arabell menepuk bahu Ratu dia senang jika tuduhan Teri itu tidak benar dan Ratu berhasil mengambil kembali kalung itu. 

 

Seketika pandangan Arabell tertuju kepada Bu Maya yang sedang tersenyum kepadanya begitupun dengan Ratu dan Astrid yang melihatnya. 

 

Dengan cepat Mereka pun langsung mampir di rumah ya untuk memberitahukan petunjuk yang telah mereka temukan. 

 

"Ini Bu, kita menemukan kalung ini saat ibu menyuruh raja untuk mencari petunjuk di tempat kita berubah menjadi duyung,” ujar Astrid menunjukkan kalungnya kepada bu Maya. 

 

"Kalung ini akan membantu kalian menemukan seribu petunjuk dan petunjuk itu adalah sebuah kebaikan,” jelas Bu Maya dengan serius. 

 

"Tapi Bu, selama ini kita tidak menemukan petunjuk apapun," ujar Arabell dengan bingung. 

 

“Ya sabar dong, kan semuanya butuh proses, simpan saja baik-baik kalau ada petunjuk kalian harus lakukan,” kata Bu Maya memberikan kalung tersebut kembali kepada Astrid. 

 

Arabel, Ratu dan Astrid pun mengangguk paham dengan apa yang dikatakan oleh Bu Maya dan mereka siap untuk melakukan seribu kebaikan itu. 

 

Saat Amy habis pulang dari bermain namun di depan rumahnya sudah ada Andi yang menghadangnya. 

 

“Hai dek, apa sudah menemukan buku diary yang kakak suruh?” tanya Andi saat melihat Amy datang. 

 

“Duh maaf kak, bukunya belum ketemu," jawab dengan ketakutan. 

 

"Ya sudah buruan cari ya, buku diarynya kak Ara kalau sudah ketemu langsung kasih ke kakak,” ujar Andi yang tidak mau terkesan memaksa adiknya Arabell. 

 

“Siap kak, pokoknya semuanya beres serahkan saja kepada Amy,” jawab Amy sambil tersenyum ceria. 

 

“Oke." Andi pun melakukan tos dengan Amy sebelum pergi.

 

****

 

Setelah pulang sekolah Astrid duduk di depan televisi tiba-tiba Tomi datang dengan segelas air putih di tanganmu. 

 

"Kakak sudah pulang, nih aku bawakan air putih,” ujar Tomi sembari menjulurkan air putih itu kepada Astrid. 

 

“Nggak, apaan sih kamu?" teriak Astrid mengomel kepada adiknya saat melihat air putih dia mencoba menjauh dari gelas itu.

 

"Ini kak!” Tomi kembali menyodorkan gelas itu kepada Astrid.

 

Namun Astrid malah langsung lari menghindar dia bersembunyi di balik bangku panjang, takut terkena cipratan air dari Tomi.

 

“Kakak takut air sih? berarti apa yang dikatakan Amy itu benar, kalau kak Astrid kak Ara dan Kak Ratu itu adalah duyung? Amy sudah tahu kok semuanya karena dia sudah baca diary kak Ara,” ungkap Tomi panjang lebar, dia masih tidak percaya semua ini.

 

Astrid pun langsung keluar dari persembunyian. “Heh enak aja kamu, apa kamu bilang? kamu tahu dari mana?" tanyanya.

 

“Aku tahu dari Amy dia sudah baca semuanya buku diary ka Ara,” jelas Tomi dengan wajahnya yang polos. 

 

Seketika Astrid kaget mendengar ucapan adiknya, "Tom, kamu jangan macam-macam ya sama kakak, jangan ngarang cerita yang aneh-aneh," ancamnya. Bersamaan dengan datangnya mobil Ratu yang hendak menjemputnya untuk keluar. 

 

Astrid dengan buru-buru langsung menghampiri sahabatnya. "Ara, buku diary yang kamu ceritain tentang kita jadi putri duyung itu mana?” tanyanya. 

 

“Ada kok," sahut Arabell sambil tersenyum simpul.

 

"Ya ampun Ra, kenapa kamu nggak bakar aja sih tuh buku diary,” ujar Astrid karena buku diary itu adik-adiknya sampai tahu. 

 

"Emang kenapa sih? tenang aja gue simpan ditempat yang aman kok,” sahut Arabell masih bersikap santai. 

 

"Yaudah sekarang kita harus cari tuh buku diary ada apa nggak,” ajak Astrid dia ingin membuktikan jika buku itu aman. 

 

"Emang kenapa sih Strid?” tanya Ratu penasaran dengan kehebohan Astrid. 

 

“Sudah nggak usah bawel ikutin aja yuk," ajak Astrid yang buru-buru masuk ke dalam mobilnya Ratu, untuk pergi ke rumahnya Arabell. 

 

Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi dan melesat dengan selamat di depan rumahnya Arabell, dengan cepat mereka pun langsung masuk ke dalam rumahnya Arabell untuk memastikan jika bukunya aman.

 

Di saat Arabell membuka laci tempat dimana buku diary nya disimpan, dia kaget melihat bukunya tidak ada di sana. 

 

“Gays, bukunya gak ada!” pekik Arabell dengan panik.

 

“Iyalah nggak ada, orang bukunya sudah diambil sama Amy, dia sudah baca semuanya sampai adik gue juga tahu," jelas Astri dengan kesal karena apa yang dikatakan adiknya itu benar. 

 

Arabell dan Ratu pun kaget mendengarnya, jika ada yang mengetahui rahasianya itu sangat berbahaya bagi keselamatan mereka. 

 

"Yahh terus gimana dong?” tanya Arabell merasa pusing apa yang harus dilakukannya.

 

“Yasudah ayo kita cari sampai ketemu," ajak Astrid ikut panik.

 

"Oke kita cari ke kamarnya Amy, buruan!” ajak Arabell yang langsung lari ke kamarnya Amy bersama kedua sahabatnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!