3 Duyung Cantik

Arabell Bertengkar

Saya terlihat fokus mengeringkan tubuh indah, sampai akhirnya bisa membuat sahabatnya itu bisa berubah kembali normal

 

Arabella, memandangi kedua kakinya yang sudah berubah kembali normal, lau dia memandang kedua sahabatnya sembari tersenyum. 

 

Doni kaget melihat hal itu, “Ti-dak, tidak mungkin!” teriaknya tidak percaya dengan apa yang barusan dia liat, “Kamu harus jelasin ke aku, yang selengkap-lengkapnya.” 

 

Akhirnya Ratu, Astrid dan Arabell saling pandang, mereka setuju untuk menjelaskan semuanya kepada Doni sebagai sahabat terdekat mereka, Arabell membawa mereka ke tepi pantai tidak jauh dari rumah Teri. 

 

“Jadi kalian kalau terkena air akan berubah jadi duyung?" pekek Doni 

 

Arabella mengangguk, "Bukan hanya itu Don, kita juga punya kekuatan,” lanjutnya membuat Doni semakin kaget.

 

“Apa? Kekuatan?" teriak Doni seraya bangkit dari duduknya.

 

"Iya, sekarang kamu liat aku ya!” pinta Arabell, dia ingin menunjukan kekuatannya itu kepada Doni.

 

Arabella mengulurkan tangannya ke pantai, lalu air pantai itu naik mengikuti arahan tangannya, Doni terdiam mulutnya terbuka saking kagetnya, Astrid bangkit menghampiri Arabell dan menggunakan kekuatannya sehingga air itu berubah menjadi beku di atas udara.

 

“Hah, kok bisa?" teriak Doni, sambil membetulkan kacamatanya.

 

Arabell dan Astrid pun tersenyum melihatnya. 

 

"Bukan hanya itu Don,” Ratu bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua sahabatnya sambil tersenyum.

 

Seketika itu juga Ratu mengulurkan tangannya ke arah air yang beku di atas itu berubah kembali menjadi cair kembali.

 

“Yahh," teriak Doni menghindari air tumpahan itu takut bajunya jadi basah.

 

Ketiga sahabat itu kompak tertawa melihat Doni semakin kaget dibuatnya.

 

"Yee, aku bingung mau bilang ini keren apa serem,” kata Doni sambil pasang wajah cemberutnya. 

 

Arabell menghampiri Doni. “Pokoknya lo tidak boleh memberitahu rahasia ini kepada siapapun, okey?" 

 

“Iya Don, selain kita bertiga cuma kamu yang tahu rahasia ini," timpal Astrid.

 

“Iya Don, demi keselamatan kita lo harus tutup mulut," sambung Ratu sambil tersenyum. 

 

Doni terlihat sedang mempertimbangkan keputusannya, namun dia tidak mau jika membuat sahabat-sahabatnya dalam bahaya, “Oke deh, aku tidak akan kasih tahu siapapun,” katanya.

 

“Janji?" Arabella menjulurkan jari kelingkingnya di depan Doni. 

 

"Janji,” Doni ikut menjulurkan jari kelingkingnya dan ikut tersenyum senang.

 

Mereka merasa bahagia dengan hal ini merasa aman, Doni yang sudah berjanji untuk menjaga rahasianya, Arabella pun pasti akan melindunginya dari bahaya, diam-diam dari balik pohon terlihat Bu Maya yang sedang memperhatikan mereka. 

 

Tiba-tiba Arabell menoleh ke arah samping dan ia melihat Bu Maya ada di sana, Astrid pun langsung menoleh dan melihat Bu Maya yang sedang tersenyum dia menyenggol lengan Ratu dapat melihatnya juga namun Bu Maya langsung pergi. 

 

“Bu!!” teriak mereka dan sambil berlari mengejar Bu Maya. 

 

"Hey! Mau kemana?" teriak Doni yang ditinggal di tepi pantai sendirian.

 

Mereka bertiga pun mengejar Bu Maya sampai jalanan namun mereka kehilangan jejak Bu Maya. 

 

“Kok nggak ada siapa-siapa ya? perasaan tadi ada Bu Maya deh, ya kan?" ujar Ratu yang sudah melihat saat Bu Maya pergi.

 

"Iya nggak mungkin kita salah lihat,” sahut Astrid dengan nafas yang tergopoh-gopoh akibat lari tadi. 

 

“Ya sudah deh besok kita tanyakan aja langsung kepada bu Maya setelah pulang sekolah," kata Arabell mencari kebenarannya.

 

"Gak bisa Ra, Bu Maya nggak akan mau jujur dan aku yakin deh rumahnya itu sebenarnya ratu duyung," ujar Astrid dengan serius. "Habis tatapan Bu Maya ke kita aneh begitu lho,” lanjutnya

 

“Iya tapi kita sekarang tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Arabell sambil berdecak pinggang, “Bagaimana kalau kita selidiki pelan-pelan?" 

 

Astrid pun melemparkan tatapannya kepada Ratu yang dijawab dengan anggukan kepala, akhirnya mereka setuju untuk menyelidiki Bu Maya. 

 

**** 

 

Arabel sedang berenang di laut dengan asiknya namun tiba-tiba dia tertangkap oleh jaringan nelayan dan pingsan. 

 

“Arabell, Arabell, bangun nak!" teriak mamanya arabel sambil menggoyangkan tubuh anaknya. 

 

“Arrgh!!” teriak Arabell, yang sudah bangun dari tidur dia kaget ternyata tadi itu hanya mimpi.

 

Melihat arabel berteriak membuat mamanya ikut berteriak saking kagetnya.

 

“Sayang kamu kenapa? Ada apa, hah?” tanya Mamanya Arabell yang terlihat panik. 

 

"Hemm, gak apa-apa Mah,” ujar Arabell dengan gemetaran, dia menyisir rambutnya ke belakang dengan jemari tangan. 

 

“Suara kamu sampai terdengar dari luar, beneran tidak apa?” Mamahnya Arabell menatap mata anaknya.

 

“Iya beneran, Mah." Arabel tidak ingin menceritakan tentang mimpinya yang tertangkap karena berubah menjadi putri duyung. 

 

“Oh oke, yaudah yuk bangun kita sarapan." Mamahnya Arabell memegangi dadanya dia masih kaget mendengar Arabell teriak pas bangun tidur. 

 

Kepala Arabell terasa pening dia tidak mengerti kenapa dia bisa mimpi seperti itu, dia pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. 

 

“Baik-baik ya sayang," ujar Mamahnya sebelum menutup kembali pintu kamar.

 

Setelah kepergian mamahnya, tiba-tiba teleponnya berdering menampilkan nama Ratu sehingga membuatnya langsung menekan tombol hijau.

 

"Hallo?" panggil Arabell via telepon.

 

“Ra, berenang yuk?” seru Ratu setelah panggil terhubung.

 

"Apa, berenang?” Arabell berteriak kaget mendengar ajakan sahabatnya, setelah dia mengalami mimpi buruk. 

 

“Iya berenang, gue mau berenang nanti gue jemput ya ke rumah kalau Astrid udah nunggu di sana duluan,” ujar Ratu yang langsung menutup teleponnya secara sepihak. 

 

Arabella yang ingin bersuara tiba-tiba mendengar sambungannya terputus. "Hallo Rat?” teriaknya kesal karena belum memberikan jawaban apapun. 

 

Mereka pergi ke pantai bersama Doni yang ingin ikut. 

 

“Don, Lo tunggu di sini ya kita mau berenang dulu," ujar Astrid 

 

“Oke siap," sahur Doni dengan cepat.

 

“Yukk!!” ajak Ratu dengan Antusias.

 

"Eh tunggu, gue kayaknya gak ikut berenang dulu deh, perasaan gue tiba-tiba gak enak,” ujar Arabell dia masih was-was memikirkan mimpinya semalam.

 

Perkataan Arabell membuat kedua sahabatnya kaget, “Kenapa sih Ra? Udah sih berenang ajh gak usah ragu-ragu?" seru Astrid.

 

"Tau nih Ra, tinggal berenang doang apa susahnya sih, yukk.” Ratu menarik tangan Arabell. 

 

Arabell melepaskan tangannya, "Gue gak mau!” teriaknya sambil berlari pergi.

 

“Arabell!" teriak Astrid dan Ratu kaget melihat sikap aneh Ara hari ini. 

 

“Ara, tunggu!" Doni berlari menyusul kepergian sahabatnya. 

 

Arabella terus berjalan menghiraukan panggilan Doni dan kedua sahabatnya. 

 

"Ara, kenapa sih nggak mau berenang kan berenang seru,” ujar Doni.

 

“Pokoknya gue gak mau berenang,” sahut Arabell kesal, "Ini tuh seperti kutukan tau!” katanya 

 

"Ra, kok lo ngomong gitu sih?” sergah Astrid yang kembali menghampirinya. "Ini tuh keajaiban.” 

 

"Tau nih Ra, tidak semua orang mempunyai kekuatan seperti kita,” timpal Ratu sedikit kesal.

 

"Ini tuh keren Ra, mana ada anak zaman sekarang mempunyai kekuatan dahsyat kayak kita," ujar Astrid berusaha menjelaskan kepada Arabell.

 

"Enggak, ini tuh gak keren sama sekali,” teriak Arabell dia masih belum terima dengan apa yang sudah terjadi. 

 

Ratu tampak emosi mendengarnya. "Gak keren? Lo tuh harusnya bersyukur punya kekuatan super kayak gini karena semua orang tidak punya kekuatan, kenapa lo malah menganggap ini sebuah kutukan?” 

 

“Ya sudah kalau kalian mau mempunyai kekuatan super, tapi gue nggak mau.” ujar Arabell mendengar ucapan kedua sahabatnya.

 

"Emang menurut kalian keren berenang di tengah laut dengan ekor duyung seperti ini, itu bukan keren! Tapi nggak normal tau. Pokoknya gue nggak mau berenang.” Arabell pergi begitu saja meninggalkan ketiga sahabatnya. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!