3 Duyung Cantik
Lomba Renang
Ada tiga orang sahabat bernama: Arabell, Ratu dan Astrid mereka bertiga sekolah di tempat yang sama yaitu SMA Garuda. Dari ketiga sahabat mereka mempunyai hobi yang sama yaitu berenang pagi hari ini pun mereka sedang mengadakan lomba berenang menurut kali ini hanya Ratu dan Astrid yang akan bertanding.
Semalam Ratu sempat bermimpi bahwa dirinya bisa mengalahkan Astrid pada perlombaan kali ini bahkan memenangkan hadiah percaya diri dan tidak sabar menunggu hari esok.
“Guee yain kali ini gue yang akan menang,” tukas Ratu dengan penuh keyakinan.
“Hey Ratu itu cuma mimpi kali, mana mungkin lo bisa ngalahin gue?” kata Astrid sambil mengakui kebohongan kecilnya agar Astrid percaya diri.
“Tapi lu nyata banget Trid, udah gak usah banyak omong mending kita langsung saja dah. Lo jadi wasitnya ya!” sergah Ratu sambil memberikan peluit kepada Arabell dan mengatur ditengah oleh Astrid.
Mereka kembali ke garis start dan memperingatkan Ratu yang ingin langsung memulai pertandingan. “Tunggu tunggu hitungannya apa nih?” tanyanya.
Ratu pun kembali berpikir akan apa yang menjadi taruhannya. Arabell dan Astrid menunggu jawaban dari Ratu. “Hmm… Malam sepuasnya bertiga di kantin!” serunya.
“Serius lo?” Arabell nampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ratu.
Ratu membalasnya dengan senyuman sedangkan Astrid nampak kurang bergairah.
“Udah Trid ambil saja taruhannya, biar kita makan bertiga,” Arabell membujuk Astrid agar mau menyetujui taruhan yang Ratu berikan.
“Okey deh!” kata Astrid akhirnya dengan menggerakkan tangannya yang disambut oleh tangan Ratu.
Mereka bertiga pun berjalan mendekati ke arah kolam berenang yang ramai oleh para siswa lainnya yang sudah tidak sabar melihat pertandingan mereka bertiga. Arabell berdiri di sisi Astrid dengan bersiap untuk menjadi dipengaruhi.
“Start!” teriak Arabellmendorong ke arah arah lintasan yang sudah disiapkan.
Astrid pun memacu kecepatan renangnya serta mengambil napas dalam-dalam sebelum menyentuh ke dalam kolam renang.
Saat itulah mulai menghitung Astrid dan Ratu pun mengambil posisi sambil melihat satu sama lain dengan lirikan yang tajam dengan Astrid mulai menggerakkan lengan-lengan renangnya.
“Dua, tiga!” Arabell dengan teriakan sekuat tenaga untuk start menurunkan jarinya.
Ratu dan Astrid langsung lompat ke kolam renang dengan penuh tenaga dan daya tahan luar biasa yang menonton pertandingan di depan ke Arabell terbahak-bahak.
Ketika Astrid sampai di ujung lintasan mendekati lawannya, Astrid satu meter lebih dekat dari Ratu satu meter lebih dekat dari Ratu. Arabell pun memperhatikan jam yang menjadi penentu siapa yang menjadi pemenangnya.
“Hebat tuh kan apa gue bilang, jgn pernah ngalah sama Astrid renangnya,” senang Arabell mendengar bahwa dia bisa mengalahkan Ratu dalam perlombaan ini.
Ratu terlihat cemberut, “Ya ahh beda dia dikit doang banget sih loh,” katanya kesal.
“Gue detik ini sangat berarti gue,” sahut Astrid sembari menjulurkan lidahnya kepada Ratu.
Mereka berdua pun berputar balik untuk ke daratan menghampiri Arabell yang sudah menunggu.
“Hey yeyee Astrid!” teriak Arabel dengan ceria menyambut ke dua sahabatnya yang sudah naik ke daratan.
Astrid yang sampai dahulu dengan melakukan high five dengan Arabell, “Yeah gimme a break kan gue?” Astrid dengan terkekeh.
“Biasa ah bangga banget sih lo,” gumam Ratu yang menyeringai di belakangnya.
“Ratu jangan cemberut gitu dong,” Ara mencoba menghibur Ratu yang masih kesal karena kalah dalam pertandingan lomba balap renang ini.
“Tuh lihat aja sekarang yang menarik tuh bukan sama seperti Ratu dan Astrid pakai seragam. ‘Hey Astrid jangan gitu dong gara-gara berenang cepat kaya lo soalnya gue baru bisa berenang dua meter atau meter,’ kata wanita tersebut yang membicarakan mereka bertiga.”
“Dua meter kalau lo gak bisa nembus satu atap mah gue ogah ngajarin lo, coba yuk guys,” sahut Astrid dengan jongkokan seRatu memberikan tubuhnya ingin bergaya seperti balapan.
Arabell hanya tertawa mendengar ucapan Astrid dengan bahagia karena sudah menang. “Someday sekali kamu jadi orang,” kata Arabel menyindir yang bertengkar tetapi dengan tawa yang dapat di depan dadanya menatap Astrid dengan kalem.
Dengan kokoh Astrid langsung mencoba untuk membalut bahunya menatap siapapun yang berada di sekitarnya. “Memangnya kenapa? Saya tidak bisa sebebas ini dan kalah sama belanja dong saya yang sebaliknya,” katanya sambil menggerakkan tangan ke udara.
“Oh iya kamu pikir di dunia ini tidak ada yang bisa lebih cepat dari kamu?” Arabell membalasnya dengan nada santai.
“Ya mungkin saja,” sahut Astrid terbawa memukulkan tawa sambil menepuk-nepuk bahu Ara dengan senyum manis.
Sedangkan yang diam mematung, masih memikirkan kekalahannya dengan dahi yang berkerut.
Mereka bertiga pun terbang mendengar tawaran dari wanita tersebut yang mengajak mereka ikut bertanding. Ratu mengangguk dengan senang hati yang diperlihatkan ke Arabell dan yang lainnya.
“Entahlah terserah Astrid.”
“Okey kalau begitu nih akan kita buktikan!” Astrid pun kembali menerima tantangan dari wanita itu.
Astrid dan wanita itu pun sudah bersiap di dekat kolam renang sampai akhirnya terdengar bunyi peluit membuat mereka berdua langsung lompat dan berenang menuju garis finish, di sisi lain Arabel dan Ratu bersorak untuk Astrid yang tertinggal melihat jam sudah berjalan dengan cepat hingga akhirnya wanita tersebut sampai di garis finish terlebih dahulu sebelum Astrid.
“Lo kurang lima detik Trid,” ujar Arabel sambil memukul air dengan kesal karena telah kalah dari wanita yang tidak dikenalnya.
“Jago beneran sih boleh tapi jangan besar dong,” wanita tersebut memberi penjelasan ketika sudah mengeluarkan napas. “Dan itu kan bukan pertandingan kita sudah menyelesaikan.”
Arabell dan Ratu memandang wanita itu dengan kagum, “Siapa sih itu loh dia bisa ada di sini?” ujar Ratu sambil menyeka rambutnya ke belakang telinga.
“Lah lo kan juga dia kan belum di kasih tau. Guru olahraga namanya Bu Maya,” sahut Arabell dengan kesal menyesalkan perkenalan Astrid dengan Guru baru itu.
Mendengar perkataan Arabell datar membuat Astrid, Ratu dan Arabell kompak terdiam.
“Oh my god!” pekik Astrid sambil terjatuh. “Duh… gue merasa bersalah banget apalagi nggak sengaja gue berani yang ngeledeh namanya Astrid secara harfiah menjelekkan tadi di duduk lintasan.”
Arabell menggelengkan kepala sambil tertawa.
Ratu yang tersenyum sambil memegang kepala dengan sedikit menunduk.
Dan pada saat pulang Astrid kembali menemui Bu Maya yang sedang berjalan sendiri di halaman sekolah.
“Ahhh gitu ya pak Bu Maya…” Astrid pun berjalan mendekatinya dengan penuh rasa takut serta meminta maaf yang sudah menghinanya.
“Saya minta maaf Bu, tidak seharusnya saya bersikap sombong seperti itu.” Astrid dengan menunduk rasa bersalah.
Bu Maya dengan tersenyum memaafkan Astrid. “Ya saya juga minta maaf kalau saja peringatkan saya bisa mengecek keadaan kolam agar tidak menyinggung akan menimbulkan risiko baru. Bu Maya yang tampak menyesal terhadap dirinya setelah kejadian tadi di kolam renang.”